Jumat , 26 April 2019
Home / Daerah / Kaur / Pencabulan Pertama Saat Istri Hamil Tua

Pencabulan Pertama Saat Istri Hamil Tua

DIPERIKSA: Tersangka (tsk) pencabulan anak tiri, saat menjalani pemeriksaan di ruang Sat Reskrim Polres Kaur kemarin (20/1).

KOTA BINTUHAN – Ri (44) warga Kinal yang telah diamankan anggota Sat Reskrim Polres Kaur karena mencabuli anak tirinya benar-benar tega. Dari pengakuannya pertama kali mencabuli anak tirinya sebut saja Mawar (9) saat istrinya hamil tua di rumahnya di Kinal tahun lalu. Hingga kini Mawar yang masih duduk di bangku kelas 4 SD sudah tiga kali dicabuli.

Tahun lalu totalnya dua kalo Ri mencabuli anak tirinya. Aksi kedua terjadi kemarin malam (20/1) di rumah kosan mereka di Bintuhan saat istrinya sedang berada di Kinal. Ri, yang aktif berjualan ikan di Pasar Impres Bintuhan mengaku menyesal telah mencabuli anak tirinya. Ri mengaku meninggalkan korban karena menangis usai digerayangi. “Saya khilaf pak. Tidak saya apa-apakan hanya diraba-raba saja. Makanya saya tinggalkan pergi setelah itu,” kata Ri kepada RB.

Terungkapnya kasus ini, setelah tetangga korban Minggu dini hari (20/1) mendengar teriakan korban menangis dan minta tolong. Karena dikurung tersangka dalam rumah. Tetangga korban yang curiga membuka pintu rumah dengan paksa. Setelah pintu terbuka korban mengaku pada tetangganya kalau telah dicabuli bapak tirinya.

Sementara warga tidak melihat Ri dalam rumah dan hanya korban sendiri di rumahnya. Ibu korban juga saat kejadian sedang berada di Kinal. Diduga usai menjalankan aksinya dan mengunci pintu rumah agar korban tidak keluar. Sementara tsk pergi melihat acara musik di sekitar Kaur Selatan.

Warga yang tahu Mawar (9) telah jadi korban pencabul bapak tirinya malam itu langsung melaporkan kasus ini ke Polres Kaur. Tidak lama anggota Polres Kaur dipimpin Kanit Pidum Ipda Rizky Dwi Cahaya Putra langsung ke TKP. Begitu tersangka pulang, polisi langsung menangkap bapak tiri korban dan diperiksa malam itu juga.

Kemarin siang (20/1) sekitar pukul 12.00 WIB, korban didampingi ibunya menjalani pemeriksaan di unit PPA Polres Kaur. Ibu korban, Su mengaku sudah lima tahun menikah dengan tersangka dan dikaruniai satu anak. Sehari sebelum kejadian, ibu korban hendak ke Bintuhan dengan tersangka. Namun tersangka minta Su menyusul besoknya atau kemarin (20/1). Tidak curiga ibu korban melanjutkan menyabit sawah di Kinal. Kemarin pagi saat pulang mendapati suaminya telah dipenjara karena mencabuli anaknya.

“Kejadiannya malam tadi (dini hari kemarin, red) saat saya tidak di rumah. Sebelumnya anak saya ini tidak pernah cerita. Padahal saya sudah menikah lima tahun dengan suami kedua dan sudah punya satu anak, ” cerita Su.

Kasus pencabulan yang dilakukan bapak tiri terhadap anak tirinya kemarin sudah menghebohkan pedagang di Pasar Impres. Pasalnya bapak tiri yang tega melakukan pencabulan adalah pedagang ikan di Pasar Impres Bintuhan. Bahkan pelaku berinisial Ri (44) warga Kinal di mata tetangganya sangat baik dan suka ke masjid.

“Kalau Jumat kami lagi di rumah Ri, saya lihat sering sekali ke masjid. Tingkah lakunya juga baik, makanya kami tidak menyangka kalau dia (Ri, red)  tega mencabuli anak tirinya,” ujar Karno, tetangga korban.

Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat,  S. IK melalui Kasat Reskrim Iptu Willi Malau. Membenarkan pelaku sudah mengakui perbuatannya. Tersangka mengaku sudah tiga kali melakukan pencabulan dan dibenarkan korban. “Awalnya tersangka hanya ngaku satu kali, setelah kita periksa lagi baru ngaku tiga kali.  Karena terbukti mencabuli anak tirinya yang baru kelas empat SD. Tsk yang sudah dua kali menikah terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara karena mencabuli anak di bawah umur,” demikian Kasat.(cik)

Berita Lainnya

Dibantu Mobil, BUMDes Harus Maju

KOTA BINTUHAN – Lima Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mendapatkan bantuan mobil pick up dari ...

error: Content is protected !!