Rabu , 21 Agustus 2019
Home / Daerah / Kaur / Satu Lagi, Jalintas Provinsi Terancam Putus

Satu Lagi, Jalintas Provinsi Terancam Putus

MATERIAL LONGSOR: Kondisi jalan lintas yang menghubungkan Kinal dan Semidang Gumay terkena material longsor kemarin (20/1).

KOTA BINTUHAN – Satu per satu jalan provinsi di Kaur rusak parah dan terancam putus. Terbaru jalan lintas di Kinal menuju ke Kecamatan Lungkang Kule yang nyaris putus. Pasalnya jembatan plat turun, bahkan nyaris ambruk. Plat deker tersebut berada Air Lantung Kinal.

Akibat turunnya badan plat deker, Polsek Kaur Tengah sudah memasang garis polisi. Sementara ini truk bermuatan berat tidak diperbolehkan lagi melintas di jembatan plat deker. Kalau dipaksakan, khawatir jembatan plat deker tersebut ambruk sehingga membahayakan warga yang melintas.

Sebelumnya jalan lintas Provinsi Bengkulu di Desa Ulak Agung, Kecamatan Padang Guci putus akibat abrasi Sungai Padang Guci. “Akibat turunnya jembatan plat deker kendaraan roda empat belum bisa melintas. Kalau dipaksakan takut jembatan ambuk dan berbahaya. Kalau tidak segera diatasi dalam waktu dekat, jembatan itu pasti putus,” terang Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S.IK melalui Kapolsek Kaur Tengah Iptu Pedi Setiawan.

Insert: Jembatan plat deker ambles di Kinal.

Jika jembatan plat deker putus, dipastikan jalan lintas dari Lungkang Kule ke Semidang Gumay tidak bisa dilalui. Sebagian warga Kinal yang ingin ke Bintuhan dan Semidang Gumay harus memutar ke Pagulu lewat Lungkang Kule. Apalagi jika benar-benar jembatan tersebut tidak bisa difungsikan lagi.

Selain amblesnya jembatan plat deker, jalan lintas Provinsi Bengkulu di Desa Bunga Melur, Kecamatan Semidang Gumay longsor. Akibatnya material longsong berupa batu dan lumpur menutupi jalan lintas yang menghubungkan Kinal dan Semidang Gumay kemarin (20/1).

Bahkan kendaran yang melintas sangat sulit, karena penuh dengan lumpur material longsong. Banyak warga yang ingin dan keluar Kinal mengurungkan niatnya, karena longsor tersebut. Jika hujan terus terjadi material longsor diperkirakan akan terus menutupi jalan lintas tersebut. “Jalannya sulit dilintasi, kami berharap ada alat berat untuk mengeruk material longsor yang masih tebal di jalan,” usul Widi warga Kinal.

Sementara itu jalan lintas Tanjung Aur Tanjung Kemuning dan Pagulir sudah tidak bisa lagi dilintasi kendaraan roda empat. Karena badan jalan tinggal tersisa sekitar 1 meter lagi akibat tergerus sungai. Menariknya sampai kini belum ada tindakan dari Pemprov Bengkulu terkait jalan tersebut. “Sudah beberapa hari kejadian jalan ambles, namun tidak ada tindakan dari pemerintah. Kami warga sangat menyayangkan. Akibatnya jalan yang dibangun Rp 3,9 miliar tersebut tidak bermanfaat buat warga,” kata Herluzen, pemuda Pagulir.(cik)

Berita Lainnya

Terlibat Penipuan Jual Beli Durian, Warga Muara Sahung Diamankan Polisi

KOTA BINTUHAN – Satreskrim Polres Kaur yang dipimpin oleh Kanit Pidum Ipda Rizqi Dwi Cahya, ...

error: Content is protected !!