Kamis , 21 Februari 2019
Home / Berita utama / Sopir Bus Oleng Tewaskan Penumpang Ternyata Positif Narkoba

Sopir Bus Oleng Tewaskan Penumpang Ternyata Positif Narkoba

RAWAT: Beberapa penumpang yang mendapatkan perawatan di RSUD Curup karena mengalami sejumlah luka. (foto : wanda/rb)

SELUPU REJANG – Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan bus sekolah yang terjadi di tikungan tiga beradik Jalan Lintas Curup-Linggau, Minggu (20/1). Dari hasil pemeriksaan, sopir bus dengan nopol BG 7325 GZ diketahui positif mengkonsumsi narkoba. Namun  apakah sopir mengkonsumsi narkoba jenis sabu, ganja atau hanya minuman keras, ini masih akan dikoordinasikan dengan Sat Resnarkoba Polres Rejang Lebong.

‘’Dari anatomi laka sementara, kondisi ban belakang gundul. Untuk pengemudi setelah di cek urine positif mengandung ampetamin dan masih menjalani pemeriksaan. Soal hasil tes urine juga masih kita koordinasikan dengan Sat Resnarkoba. Sementara untuk Bus dan Pengemudi kita amankan di Satlantas untuk dilakukan proses lebih lanjut,’’ katanya.

Sebelumnya, diketahui bus dinas milik Pemda Musirawas tersebut mengangkut 30 orang, lansia, remaja, dewasa hingga anak-anak warga Desa Kali Bening Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musirawas. Rombongan tersebut rencananya akan berdarmawisata dengan warga lainnya yang naik di dua bus terpisah menuju kebun Teh Kabupaten Kepahiang.

Bus yang disopiri Bastian Eko Saputro (26) Warga Muara Kelingi tersebut, diketahui berangkat dari Musirawas sekitar pukul 07.00 WIB. Namun sesampai di lokasi kejadian, bus yang berada paling belakang dari 2 bus lainnya, tiba-tiba saja oleng ke kanan jalan tepat memasuki tikungan tiga beradik. Hingga akhirnya terbalik dan badan bus tersandar di pohon alpukat milik warga setempat.

Akibat kejadian tersebut, selain kondisi bus dalam keadaan rusak cukup parah, juga menimbulkan korban. Masing-masing satu orang meninggal dunia atas nama Supartini (60) warga Desa Kali Bening yang tubuhnya mengalami remuk paha kiri dan tangan kiri remuk, serta perut robek.

Kemudian penumpang yang mengalami luka berat (LB) masing-masing Miswan (48) warga Desa Kali Bening yang mengalami lebam dan patah tangan kanan. Serta Awaludin (65) pensiunan guru warga Desa Kali Bening yang mengalami luka robek kepala kanan atas dan patah tangan kanan.

Sedangkan untuk korban luka ringan yang sempat dibawa ke RSUD dan Klinik terdekat, sebanyak lima orang yaitu Natim (64), Suciati (43), Meri (16), Eli Rosida (16) dan Ida (22) yang kesemuanya warga Kali Bening. Sedangkan penumpang lain, meskipun ada juga yang mengalami luka ringkan, tidak sampai dibawa ke RSUD atau klinik terdekat.

Sunardi (33) warga setempat yang mengaku melihat kejadian tersebut mengatakan, bus saat keluar dari tikungan terlihat memang sudah oleng hingga akhirnya langsung mengarah ke kanan jalan dan terbalik di sisi jalan dari arah Lubuk Linggau. Untung saja saat itu, didepan bus dan dari arah berlawanan tidak ada kendaraan yang melintas.

‘’Saya tadi lihat betul, mobil dari atas (menunjuk ke arah Linggau, red) sudah terlihat oleng dan tiba-tiba ke arah kanan jalan dan selanjutnya keluar jalur hingga terbalik. Kalau tidak ada pohon alpukat, mungkin bisa saja bus menabrak rumah warga. Untung tadi tidak ada kendaraan lain yang melintas,’’ terang Sunardi.

Sementara itu, Bariem (53) salah satu penumpang bus terbalik mengaku kejadian begitu cepat saat bus keluar dari tikungan sekaligus memasuki jalan menurun. Diduga rem mobil mengalami kerusakan sehingga sopir tidak mampu mengendalikan laju mobil. ‘’Mungkin remnya blong. Saya tidak tahu persis, tiba-tiba saja bus kami sudah terbalik,’’ ujar Bariem.

Kapolres Rejang Lebong (RL) AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.IK melalui Kasat Lantas AKP Henri Hutasoit, SH, S.Ik kepada RB yang berada di lokasi kejadian, dugaan awal bus mengalami out control. Sehingga saat keluar dari tikungan dan melaju di jalan menurun, sopir tidak mampu mengendalikan bus. Sehingga akhirnya mobil melurus ke arah kanan mobil melaju dan terbalik.

‘’Total kerugian material perkiraan mencapai Rp 20 juta. Untuk korban MD (meninggal dunia, red) satu orang, luka berat dua orang dan luka ringan lima orang. Seluruh korban, terutama yang MD dan luka berat hingga sore ini masih di RSUD Curup. Sedangkan untuk Bus sudah dievakuasi sekitar pukul 13.00 WIB dan diamankan di Satlantas Polres Rejang Lebong,’’ terang Henri. (dtk) 

Berita Lainnya

Tiduri Anak SD, Juragan Kontrakan Diamankan Warga

CURUP –  UP (40) yang berstatus bujangan warga Kelurahan Pelabuhan Baru Kecamatan Curup Tengah, Rabu ...