Kamis , 21 Februari 2019
Home / Berita utama / Taman Budaya, Masjid Raya Baitul Izzah dan Balai Buntar Proyek Lanjutan Prioritas 2019

Taman Budaya, Masjid Raya Baitul Izzah dan Balai Buntar Proyek Lanjutan Prioritas 2019

BELUM TUNTAS : Pembangunan Gedung Taman Budaya ditahun 2019 akan dilanjutkan dengan pengembangan lahan parkir. (foto : ade/rb)

BENGKULU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu memperioritaskan proyek lanjutan 2018. Yakni rehab dan penataan Masjid Raya Baitul Izzah, penataan Taman Budaya dan Penataan Taman Balai Buntar. Untuk renovasi dan penataan kawasan Taman Budaya tahap II ini telah dianggarkan dana Rp 12,20 miliar.   Kemudian untuk penataan kawasan dan renovasi gedung Balai Buntar tahap II sudah disediakan Rp 2,35 miliar dan rehabilitasi dan penataan Masjid Baitul Izzah tahap II sebesar Rp 12,85 miliar. “Proyek lanjutan di tahun 2018 menjadi prioritas kita di tahun 2019 ini,” terang Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Maulizar Agustin.

Ia menjelaskan, untuk mempercepat proses pembangunannya akan segera dilelang untuk proyek DED masing-masing gedung tersebut. Sehingga setelah DED dan proyek pengawasnya dilelang, bisa langsung melelang pekerjaan fisik dari rehabilitasi tiga kawasan tersebut. “Ini akan cepat kita kerjakan,” tambah Maulizar.

Ini diprioritaskan supaya tiga bangunan tersebut bisa lekas selesai. Sebab menjadi salah satu ikon dalam wonderfull Bengkulu 2020. “Kita memprioritaskan ini,” terangnya.

Selain itu juga Pemda Provinsi akan menata kembali pelataran gedung daerah dan kawasan lingkungan view tower tahap II. Dimana anggaran yang sudah disediakan sebanyak Rp 9,53 miliar. “Ada proyek konsultan pengawasnya juga senilai Rp 200 juta,” katanya

Selain itu lanjutnya yang menjadi prioritas adalah rehabilitasi sedang dan berat gedung Kantor Gubernur dimana sudah disediakan anggaran Rp 14,11 miliar untuk pembangunannya.  Dimana nantinya kantor gubernur itu ditata kembali tamannya. Bukan hanya it juga ada perluasan lahan parkir nantinya dan pembangunan masjid untuk menggantikan Musala Najamudin yang saat ini sudah tidak cukup menampung jemaah salat. “Jadi tahun ini kawasan kantor gubernur akan ditata,” terangnya.

Anggaran funtastis lainnya disiapkan adalah untuk membangun perkantoran berbasis Web. Dimana untuk membangun kantor ini untuk kegiatan fisiknya saja dianggarkan Rp 57,73 miliar. Kemudian untuk Managemen Konstruksinya disediakan anggaran Rp 1,2 miliar. Sedangkan proyek kunsultan DEDnya disediakan anggaran Rp 950 miliar. “Pembangunannya di kawasan taman budaya,” katanya.

Dia mengatakan, tahun ini Dinas PUPR berhasil menyusun rancanagan umum pengadaan (RUP) tercepat 4 Nasional. Kalah dengan Bali, Banten dan Aceh. Sesuai dengan perintah gubernur setahun itu 12 bulan untuk bekerja. Sehingga Dinas PUPRmelakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan. “Begitu RAPBD 2019 di sahkan kita sudah tayang RUP di bulan Desember. Untuk provinsi kita OPD tercepat penyusunan RUP,” katanya.

Dengan cepatnya RUP ini tayang efeknya mulai pekerjaan lebih awal. “Kita usahakan kalau pelaksanaan yang diawal ini kalau kontraknya 7 bulan, September Agustus sudah selesai pekerjaannya. Keterlambatan tidak akan terjadi lagi ini sebagai evaluasi,” kata Maulizar.

Dia juga mengharapkan, dari banyak proyek yang telah dirancang, diharapkan tidak ada gagal lelang. Sebagian paket proyek itu saat ini sedang survey harga pasar untuk menetapkan harga perkiraan sementara (HPS). “Selain penetapan harga standa biaya umum yang dilakukan gubernur walikota bupati, kita harus memiliki HPS. Mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai dokumen pelalangan dan dimasukkan ke unit kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ),” tutupnya.(del)

 

Berita Lainnya

Tiduri Anak SD, Juragan Kontrakan Diamankan Warga

CURUP –  UP (40) yang berstatus bujangan warga Kelurahan Pelabuhan Baru Kecamatan Curup Tengah, Rabu ...

error: Content is protected !!