Rabu , 19 Juni 2019
Home / Metropolis / Antisipasi Kecurangan PPDB, Alamat Siswa Didata

Antisipasi Kecurangan PPDB, Alamat Siswa Didata

BENGKULU – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini masih menggunakan sistem zonasi berdasarkan alamat siswa. Sayangnya pada praktiknya sistem ini masih berpotensi terjadinya kecurangan, yakni dengan mengganti Kartu Keluarga (KK) siswa. Mengantisipasi hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu melakukan pendataan alamat siswa, khususnya tingkat SD.

“Untuk menghindari kecurangan dengan mengubah alamat domisili maka Dikbud melihat alamat siswa dengan merujuk pada alamat di KK yang sudah berlaku 1 tahun,” jelas Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikbud Kota Bengkulu, Zainal Azmi, M.TPd ditemui di ruang kerjanya, kemarin (21/1).

Dikatakan, tahun ini siswa tamatan SD tak perlu lagi mendaftar ke SMP khususnya sekolah negeri. Calon siswa cukup mengecek dirinya diterima di sekolah mana melalui aplikasi PPDB Dikbud Kota Bengkulu. Saat ini Dikbud Kota Bengkulu sedang mengumpulkan alamat siswa kelas 6 SD.

“Masih mengumpulkan data alamat rumah siswa rekap per sekolah, khusus untuk siswa kelas 6 SD dulu,” katanya.

Dari hasil Rapat Koordinasi (Rakor) belum lama ini dengan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terangnya, tidak ada lagi tahapan pendaftaran untuk siswa baru khususnya tingkat SMP. Mulai tahun ini, yang menentukan sekolah bagi siswa tersebut adalah Dikbud.

Dalam menjalankan program ini Dikbud bekerja sama dengan pihak Telkom. PPDB ditentukan berdasarkan zonasi, jarak antara SMPN dengan rumah siswa sesuai perhitungan jarak yang menggunakan alat dari pihak Telkom. Setelah proses PPDB selesai, serta siswa sudah tahu sekolahnya baru siswa tersbeut melakukan pendaftaran ulang ke sekolah secara manual.

“Yang belum dapat sekolah sesuai zonasi, nanti boleh memilih ke sekolah yang belum terpenuhi kuota daya tampung sekolah, tapi setelah selesai PPDB dan daftar ulang,” terangnya.

Untuk daya tampung SMPN, sambung Zainal, data terbaru belum diterima oleh Dikbud dari pihak sekolah. Sedangkan jumlah calon siswa SMP diperkirakan tidak berbeda dengan jumlah peserta Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD/MI, yaitu sekitar 6.768 siswa. Nantinya, akan dibuat Peraturan Walikota untuk mekanisme PPDB siswa SMP terbaru ini. Juga akan dibahas kembali mengenai mekanisme dan teknis lainnya.

“Sebanyak 90 persen berdasarkan zonasi, 5 persen jalur prestasi, dan 5 persen lagi khusus untuk orangtuanya yang pindah, baik karena pindah kerja atau tugas maupun tempat usahanya pindah,” jelas Zainal.

Zainal menambahkan, pengaturan sekolah berdasarkan zonasi ini hanya berlaku untuk SMP negeri, sementara SMP swasta dibebaskan. Sedangkan bagi siswa yang baru masuk ke SD tetap mendaftar karena sistem ini belum diberlakukan di SD. “Memprioritaskan siswa yang alamat rumahnya paling dekat dengan sekolah. Kemudian melihat kondisi ekonomi orangtua siswa tersebut, melihat umur siswa, dan baru prestasinya,” demikian Zainal. (key)

Berita Lainnya

Abaikan Hak Pejalan Kaki Bisa Dipenjara 1 Tahun

BENGKULU – Ini peringatan bagi masyarakat yang kerap mengabaikan hak-hak pejalan kaki. Misalnya memanfaatkan trotoar ...

error: Content is protected !!