Rabu , 20 Februari 2019
Home / Daerah / Seluma / Ilham, Bayi Hiperbillirubin Butuh Bantuan

Ilham, Bayi Hiperbillirubin Butuh Bantuan

BUTUH BANTUAN: Ilham, bayi satu bulan lebih, warga Desa Sekalak, butuh uluran tangan untuk biaya pengobatan ke RS di Palembang.

Tak dapat dibayangkan gundah gulananya perasaan Sutrisno (24) dan istri, Sezy Liana Sari (22) warga Desa Sekalak, Kecamatan Seluma Utara atas kondisi bayinya. Adalah bayi laki-laki,  Ilham yang baru berusia 36 hari–kemarin (21/1), didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit hiperbillirubin atau kerusakan pada sel darah merah. Perut bayi itu semakin membesar. Berikut laporannya.

YAYAN HARTONO,  Sakalak.

MENDAPAT kabar akan penderitaan seorang bayi di Desa Sakalak, RB langsung mendatangi kediaman pasangan suami istri, yang tinggal di desa terbilang pelosok. Di rumah yang cukup sederhana inilah, Iham dirawat oleh ibunya. Sempat satu minggu di RSUD M Yunus Bengkulu, tak lama dilahirkan, kini hari-hari Ilham hanya terbaring di dengan alas seadanya, dan pengobatan ala kadarnya.

Dari perbincangan dengan Sezi Liana, bayinya itu hanya diobati secara tradisional dengan menempelkan daun Capo, yang berguna untuk mengurangi suhu (rasa panas) di perut sang bayi.

‘’Beginilah kondisi kami. Tak bisa berbuat banyak untuk mengobati Ilham. Perutnya semakin membesar, bila dipegang terasa panas. Dia selalu merenggek, terkadang menangis, mungkin rasa sakit di perutnya,’’ ujar Sezi terdengar lirih.

Pertumbuhan Ilham tak normal. Dia juga lahir dengan bobot di bawah normal yakni 2,3 Kg (normalnya di atas 2,5 Kg). Pihak RSMY telah menyarankan Sutrisno dan Sezi membawa bayinya ke Rumah Sakit yang lebih lengkap fasilitasnya di Kota Palembang, Sumsel.

‘’Dari mana kami dapat uangnya pak, makan saja kami susah. Jadi kami hanya bisa pasrah dengan keadaan dan kondisi anak kami ini,’’ keluh  Sutrisno.

Dijelaskan Sutrisno, saat istrinya mengadung anak pertamanya tersebut tidak menunjukan adanya kelainan. Gejala penyakit tersebut mulai muncul saat anaknya berusia satu minggu. ‘’Saat itu Ilham langsung kami bawa ke RSMY untuk diobati. Namun kenyataannya saat itu pihak RSMY Bengkulu merujuk anak kami ini ke Palembang,’’ ujarnya.

Keputusan untuk merujuk Ilham ke Palembang tentu suatu yang sangat memberatkan bagi Sutrisno yang sehari-hari hanya sebagai buruh tani ini. Dengan pekerjaanya itu dipastikan tidak akan mungkin dapat mengumpulkan biaya pengobatan anaknya. ‘’Terus terang, saya sudah mati langkah. Kami tidak tahu lagi harus berbuat apa. Sekarang kami hanya bisa berdoa anak kami tetap kuat, dan berharap ada perhatian pemerintah atau dermawan membantu biaya berobat anak kami ini ke Palembang,’’ ujarnya pelan. (**)

Berita Lainnya

Kekerasan Seksual di Seluma Jadi Perhatian

SELUMA – Data Woman Crisis Center (WCC), di Kabupaten Seluma setidaknya ada lima desa yang ...

error: Content is protected !!