Rabu , 24 April 2019
Home / Metropolis / Kota Darurat Sampah, Fasilitas Masih Minim

Kota Darurat Sampah, Fasilitas Masih Minim

BENGKULU – Pemberlakuan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota terkait penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Nomor 02 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah di Kota Bengkulu, mendapat kritikan dari berbagai kalangan. Pasalnya sampai saat ini penyediaan fasilitas tempat pembuangan sampah masih minim di lingkungan kelurahan setempat.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota, Hamsi, A.Md mengungkapkan, permasalahan sampah tidak akan selesai hanya dengan memasang papan tulisan dilarang membuang sampah sembarangan. Sebab di lingkungan warga, persoalan sampah masih terus terjadi dikarenakan fasilitas penyediaan tempat sampah yang minim.

“Bagaimana masyarakat mau buang sampah pada tempatnya, jika dinas terkait saja tidak menyediakan fasilitas tempat yang memadai. Seharusnya jika ingin memberlakukan Perda itu fasilitas harus disediakan banyak di tiap kelurahan. Jadi ketika ada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, baru ditindak,” kritik Hamsi, kemarin (21/1).

Apalagi, sambung Hamsi, persoalan sampah yang ada di wilayah Kota Bengkulu saat ini sudah sangat darurat. Sebab banyak sekali ditemukan adanya tempat pembuangan sampah liar yang masih dibiarkan.

“Seharusnya dalam penanganan persampahan, sebaiknya Pemerintah Kota Bengkulu untuk lebih fokus menyediakan fasilitas tempat sampah di tiap RT/RW. Agar keberadaan sampah milik masyarakat tidak berserakan secara sembarangan,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Hamsi, dewan juga selama ini tidak pernah mempersulit soal anggaran kaitannya dengan kebutuhan publik terutama soal kebersihan. Seperti penambahan armada pengangkut sampah saja dari tahun ke tahun terus ditambah. “Jadi semestinya tidak ada alasan Pemkot sulit atasi masalah sampah yang berserakan itu,” imbuhnya.

Senada disampaikan Anggota Banggar DPRD Kota, Rena Anggraini. Ia mengatakan, persoalan sampah yang ada di Bengkulu harus segera dituntaskan. Mengingat Kota Bengkulu merupakan wajahnya ibu kota provinsi.

“Masalah sampah ini memang menjadi perhatian bersama. Sebab Perda sudah ada juga harus dijalankan dengan baik. Apalagi Pemkot punya program Bengkulu bersih. Seharusnya program itu harus sesuai dengan kenyataan di lapangan. Tidak ada lagi alasan untuk sulit membersihkan lingkungan sekitar,” ujar Rena.

Warga Kelurahan Pasar Bengkulu, Iskandar (52) mengatakan, bagaimana Pemerintah Kota mau mewujudkan Bengkulu ku bersih dan mendapatkan piala Adipura, jika fasilitas penunjangnya berupa fasilitas tempat sampah tidak disediakan. Warganya selalu membuang sampah yang letaknya jauh dari kediaman.

“Ya kami berharap di setiap RT ada bak sampah. Sebab susah kalau selalu buang sampah jaraknya jauh dari lokasi rumah. Kami siap mendukung program Bengkulu ku bersih itu asalkan ada fasilitas yang menunjang di RT/RW.  Kemudian ada petugasnya rutin ambil sampah itu, bukan malah sampah dibiarkan menumpuk berhari-hari,” terangnya.

Dilansir sebelumnya, permasalahan sampah di wilayah Kota Bengkulu saat ini tengah menjadi sorotan. Hal itu lantaran banyak penumpukan sampah terlihat di sejumlah median jalan dalam Kota Bengkulu. Bahkan di Jalan Citanduy, sudah dua minggu ini sampah yang menumpuk di tengah jalan tak kunjung diangkut. Untuk mengatasi persoalan banyaknya sampah liar tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu berencana akan membeli sebanyak 28 unit kontainer sampah. (new)

Berita Lainnya

Pemprov Kaji Peluang Rekrut CPNS dan PPK

BENGKULU – Pemprov Bengkulu mengkaji kemungkinan untuk merekrut calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 ...

error: Content is protected !!