Sabtu , 20 April 2019
Home / Berita utama / Camat Pimpin Warga Demo di Polres Desak Bebaskan Kades

Camat Pimpin Warga Demo di Polres Desak Bebaskan Kades

DEMO : Warga Desa Tanjung Putus Kecamatan Kerkap mendatangi Mapolres menuntut pembebasan Kades. (foto : shandy/rb)

ARGA MAKMUR– Setelah dua malam mendekam di sel Mapolres Bengkulu Utara, Selasa (22/1) malam pukul 23.00 WIB sekitar 50-an warga Desa Tanjung Putus Kecamatan Kerkap mendatangi Mapolres. Mereka menuntut Kades Tanjung Putus, Kusinda Haryanto dibebaskan dari tahan. Kusinda ditahan polisi lantaran kasus penganiayaan. Dimana Kusinda berduel dengan warganya sendiri. Lantaran Kusnida memerintahkan menebang pelepah kelapa sawit milik warganya yang menutup badan jalan saat gotong royong desa.

Warga yang datang dengan 4 mobil pick up tersebut dipimpin Camat Novi Indra dan beberapa tokoh masyarakat. Kedatangan warga sudah diketahui polisi dan melakukan pengamanan di depan Mapolres. Warga berhenti di depan Mapolres dan ditemui kasat Reskrim AKP. Jufri, S.IK bersama penyidik Reskrim dan Polsek Kerkap yang menangani perkara ini.  Setelah Camat Kerkap Novi Indra masuk dan melakukan negosiasi. Akhirnya polisi mengeluarkan Kades dari sel tahanan. Itupun setelah meminta keluarganya dan Camat menjamin jika Kades tetap akan bertanggungjawab dengan perkara hukumnya.

Pada RB Novi menuturkan jika warga tidak meminta kades bebas dan hanya meminta penangguhan. Sembari memang keluarga menempuh upaya damai dengan korban yang melaporkan kejadian ini. Apalagi memang perkara ini tidak terlalu besar.   “Jadi tujuan warga untuk meminta kades dikeluarkan, warga menjemputnya. Namun proses hukum silakan berjalan,” katanya.

Sementara itu Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP. Jufri, S.IK menuturkan jika proses hukum tetap berjalan. Polisi akan tidak melakukan penahanan pada tersangka sesuai jaminan yang dilakukan oleh camat dan keluarga tersangka. “Kita juga sudah selesai menghimpun bukti dan keterangan tersangka. Mengenai adanya upaya untuk berdamai, itu terserah dari keluarga korban dan pelaku,” pungkas Kasat.

Diketahui pukul 00.00 WIB, Kades akhirnya keluar dari Mapolres Bengkulu Utara setelah mengantongi surat penangguhan penahanan. (qia)

Berita Lainnya

Macet, Pohon Tumbang di Jalan Lintas Padang Panjang

KOTA MANNA – Hujan deras yang mengguyur Kota Manna Jumat (19/4) malam sekitar pukul 22.30 ...

error: Content is protected !!