Kamis , 21 Februari 2019
Home / Metropolis / Diberi Teguran, Pedagang Musiman Malah Bertambah

Diberi Teguran, Pedagang Musiman Malah Bertambah

HASRUL/RB
PEDAGANG MUSIMAN: Tampak pedagang buah musiman disepanjang Jalan Danau Kelurahan Dusun Besar.

BENGKULU – Adanya keluhan masyarakat terkait keberadaan pedagang musiman yang berjualan di pinggir Jalan Danau Kelurahan Dusun Besar atau tak jauh dari Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) ditindaklanjuti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu. Mereka sudah melayangkan surat teguran ke para pedagang untuk tidak berjualan dilokasi tersebut.

Menariknya, meski sudah diberikan surat teguran pertama, ternyata tak membuat para pedagang musiman ini patuh. Malah jumlah pedagang yang mayoritas menjual buah-buahan ini semakin banyak di sepanjang jalan tak jauh dari DDTS itu. Hal ini kerap membuat jalan lintas itu menjadi macet, terutama bila ada pembeli yang berhenti memarkirkan kendaraannya.

Kasatpol PP Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi kepada RB kemarin (22/1) mengakui kalau surat teguran pertama yang diberikan itu nampaknya diacuhkan para pedagang. Kendati demikian, ia tak berniat langsung melakukan penertiban melainkan akan memberikan surat teguran kedua terlebih dulu.

Ditegaskannya, pihaknya tetap memikirkan nasib para pedagang tersebut. Akan tetapi, dari sisi aturan tentu harus dipatuhi. Oleh karena itu, karena di lokasi tersebut memang tidak diperbolehkan untuk berjualan maka mereka akan tertibkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Ya memang tidak boleh (berjualan di Jalan Danau, red). Kita sudah berikan surat teguran pertama dan akan disusul yang kedua, jika tetap tidak kita akan tertibkan, sesuai dengan peraturan,” tegasnya.

Mitrul mengatakan, dari sejumlah laporan yang masuk ke pihaknya lokasi berjualan mereka terlalu dekat dengan badan jalan. Selain itu, jika sedang ramainya maka jalanan akan menjadi macet lantaran kendaraan yang banyak parkir di tepi jalan tersebut. “Kita harapkan agar para pedagang dapat mematuhi dengan tidak berjualan di lokasi tersebut,” demikian Mitrul.

Sementara itu salah seorang pedagang, Su (33) mengatakan mereka memilih berjualan di lokasi karena memang pembelinya lebih ramai ketimbang mereka berjualan di kawasan Pasar Panorama. Karena di jalan Danau. “Ya lebih banyak pembeli disini, lebih ramai disini,” kata Su sembari mengatakan jika lapak mereka juga tidak menyewa dan hanya membeli racun rumput saja untuk membunuh semak-semak di sekitar lokasi mereka.(zie)

Berita Lainnya

Pinjaman Dana SMI Terancam Batal

BENGKULU – Usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu meminjam dana ke PT Sarana Multi Infasrtuktur (SMI) ...

error: Content is protected !!