Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Probis / Kito Scarf, Hadirkan Hijab Printing Premium Besurek

Kito Scarf, Hadirkan Hijab Printing Premium Besurek

YUNIKE/RB
MOTIF BESUREK: Owner Kito Scarf Bengkulu, Diana Apriliyanti menunjukkan koleksi jilbab dengan motif batik besurek mencirikan Bengkulu.

BENGKULU – Batik besurek dijadikan pakaian hal biasa, namun di tangan 2 perempuan cantik Diana Apriliyanti dan Verani Indarma, trend batik pun bisa dijadikan produk hijab mereka, Kito Scarf. Mengutamakan kualitas bahan dengan memilih bahan terbaik, Kito Scarf hadir sebagai yang pertama di Bengkulu, hijab printing premium dengan mengangkat ciri khas Bengkulu yakni kain besurek.

Menurut Owner Kito Scarf, Diana Apriliyanti atau akrab disapa Nana, Kito Scarf tidak hanya unggul dalam motif karena menjadi yang pertama di Bengkulu mengangkat motif mencirikan daerah Bengkulu, tapi juga karena untuk produk hijab Kito Scarf ini betul-betul mengutamakan bahan berkualitas atau premium. Sementara ini baru 2 bahan digunakan untuk produk hijabnya, yaitu bahan maxmara original dibandrol harga Rp 210 ribu/pcs dan premium voal dengan harga Rp 195 ribu/pcs. Masing-masing bahan ini memiliki kelebihan tersendiri.

“Kalau dibandingkan dengan harga hijab printing milik artis-artis, dengan bahan yang sama persis harga Kito Scarf jauh lebih murah. Yang sudah membeli dan memakai Kito Scarf pasti tahu bedanya dengan jilbab di pasaran,” ujar Nana pada RB, kemarin (22/1).

Selain unggul dari bahan, penggunaan motif batik yang mencirikan Bengkulu seperti bunga Rafflesia, bunga Kibut, relung paku, kaligrafi dimodifikasi dengan motif kekinian menjadi kelebihan dari Kito Scarf. Agar motif tidak menyalahi pakem, owner juga langsung belajar dari perajin batik tulis di Bengkulu tentang filosofi batik. “Sebelum produk kita launching, kita survei dulu tempat printing hijab dan bahan terbaik juga mempelajari filosofi batik,” kata Nana.

Sejak dilaunching perdana pada Agustus 2018, sudah 4 koleksi dengan desain berbeda dikeluarkan owner Kito Scarf. Setiap bulannya ada motif 1-6 desain. Agar motif tidak menjadi pasaran, khususnya untuk di dalam kota, owner juga membatasi jumlah produksi hijab per motifnya. “Satu desain kita batasi maksimal 10 pcs untuk dalam kota, supaya motifnya tidak menjadi pasaran,” terang Nana.

Keunggulan lainnya, promo Nana, selain dari bahan berkualitas, dan motif tidak pasaran, Kito Scarf juga mudah dipasang, mudah dibentuk, tegak di dahi, tidak mudah kusut, tidak menerawang, tidak mengganggu pendengaran, serta tidak mudah gerah. Selain itu Kito Scarf juga mengedepankan pengemasan sehingga cocok untuk dijadikan oleh-oleh khas Bengkulu dan souvenir.

“Baik pengemasan maupun motif hijab kita desain sendiri. Langsung digambar oleh teman saya sesuai dengan motif yang ada dalam kepala saya. Lalu file desain kita bawa ke tempat printing di Jakarta untuk langsung diprint,” jelasnya.

Bagi yang tertarik ingin memiliki hijab Kito Scarf, selain bisa memesan secara online baik melalui akun Instagram dan Facebook kitoscarfbengkulu dan WA ke nomor 082258781613, juga bisa datang langsung ke toko offline Galerinyo Chila di Jalan Sadang Raya Depan Universitas Terbuka (UT). “Kita melayani pemasanan online, dan offline. Bagi yang mau request motif juga kita layani,” promonya.

Ke depan, sambung Nana, bersama rekannya Verani, Kito Scarf akan mengembangkan motif batik dengan tulisan huruf Rejang Kaganga, Batik Seluma, Batik Kaur dan jenis batik lainnya yang ada di Provinsi Bengkulu. Tujuannya selain untuk ikut mengangkat, dan memperkenalkan budaya daerah Bengkulu ke luar juga Kito Scarf ingin berpartisipasi dalam melestarikan seni dan budaya Bengkulu. “Pelanggan kita sekarang untuk di luar Bengkulu sudah ada di Kalimantan, Jatim, Jakarta, Tangerang, juga ada dari Malaysia,” demikian Nana. (key)

Berita Lainnya

Ekonomi Digital Dukung Bisnis Kreatif

BENGKULU – Bank Indonesia (BI) mendorong penerapan ekonomi digital sebagai sumber ekonomi baru di Provinsi ...

error: Content is protected !!