Kamis , 21 Februari 2019
Home / Probis / Masih Minimnya Pemahaman, Edukasi Perlindungan Konsumen Lembaga Jasa Keuangan Penting

Masih Minimnya Pemahaman, Edukasi Perlindungan Konsumen Lembaga Jasa Keuangan Penting

SOSIALISASI: Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu menggelar Sosialisasi Mengenai Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan, Selasa (22/1).

BENGKULU– Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai perlindungan konsumen lembaga jasa keuangan, direspon Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kantor OJK Provinsi Bengkulu menggelar Sosialisasi Mengenai Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan, kemarin (22/1) di Nala Sea Side Hotel.

Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yusri mengakui, pemahaman masyarakat di Provinsi Bengkulu terhadap berbagai macam produk-produk jasa keuangan hingga saat ini masih sangat rendah. Dari fakta tersebut maka dinilai penting untuk terus meningkatkan intensitas dalam memberikan edukasi guna meningkatkan pemahaman masyarakat.

Ia pun memastikan, edukasi secara masif bakal terus dilakukan, mengingat ini salah satu program OJK yang menjadi gerakan nasional. “Karena sampai dengan saat ini literasi dan inklusi keuangan masih jauh di bawah target. Secara nasional tingkat inklusi dan literasi dari target 75 persen, capaian baru 65 hingga 67 persen,” terangnya.

Bahkan di Bengkulu, sambung Yusri, lebih rendah lagi, terutama dari segi tingkat literasi keuangan atau orang yang betul-betul paham produk-produk jasa keuangan. Yakni berada di angka 29 persen. “Sedangkan inklusi atau orang yang sudah menggunakan jasa keuangan sudah mencapai 67 persen. Artinya perbedaan antaran paham dan tidak paham soal jasa keuangan ini masih terlalu besar,” beber Yusri.

Sementara Anggota DPR RI Komisi XI, dr. Anarulita Muchtar mengatakan, dengan edukasi itu nantinya masyarakat dapat terhindar menjadi korban penipuan segala sesuatu hal yang menyangkut jasa keuangan. “Apalagi di daerah kita tidak sedikit masyarakat yang sudah menjadi korban, yang rata-rata disebabkan rendahnya pemahaman soal jasa keuangan,” ungkap Politisi NasDem ini.

Menurutnya, edukasi penting diberikan pada berbagai elemen masyarakat, terutama ibu-ibu yang kerap tanpa berpikir panjang disaat mendapat tawaran berupa pinjaman modal dari jasa keuangan. “Kita berharap OJK dapat meningkatkan intensitas untuk memberikan edukasi masyarakat dalam masalah ini,” kata Anarulita.

Sosialisasi yang dilakukan secara intens, membuat masyarakat bisa menjadi paham soal jasa keuangan. Lebih dari itu secara tidak langsung OJK sudah berperan dalam melindungi masyarakat. “Saya rasa masyarakat sebagai konsumen jasa keuangan, jadi haknya selaku konsumen penting dilindungi,” tutup Anarulita. (rls)

Berita Lainnya

Banyak Investor Lirik Bengkulu

BENGKULU– Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Bank Indonesia tengah mencari investor yang ingin berinvestasi di ...

error: Content is protected !!