Selasa , 20 Agustus 2019
Home / Metropolis / Mediasi Bentiring Permai III

Mediasi Bentiring Permai III

WAHYU/RB
HEARING: Komisi II DPRD Kota Bengkulu menggelar hearing membahas tindaklanjut hasil sidak membahas soal Perumahan Bentiring Permai III bersama pihak terkait.

BENGKULU– Menindaklanjuti hasil inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu, terkait laporan warga di sekitar Perumahan Bentiring Permai III Jalan Dharma Wanita Kecamatan Muara Bangkahulu mengeluhkan rumah mereka sering kebanjiran bila hujan turun. Banjir itu mulai terjadi semenjak perumahan ini berdiri. Selasa (22/1) pagi, DPRD Kota Bengkulu menggelar hearing (dengar pendapat) bersama pihak terkait.

Pantauan RB, hearing yang berlangsung tersebut dikomandoi oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Saur Manalu, beranggotakan M. Awaludin, Zulaidi, Mardensi, dan Marliardi. Sejumlah pihak yang dipanggil Assisten 2 Pemkot Matriyani Amran,  Kepala Dinas Perkim Yusman, perwakilan Dinas PUPR, perwakilan Badan Dinas PTMPTSP, Camat Muara Bangkahulu, dan Lurah Bentiring Permai serta perwakilan warga dan pihak pengembang dari PT Ashani Karya.

Terungkap dalam hearing tersebut, ditemukan solusi agar dilakukan mediasi lanjutan antara warga dan pihak PT Askani Karya. Mediasi akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Sehingga nanti kedua pihak akan diminta melakukan perjanjian tertulis di atas materai.

Dalam hearing tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu Saur Manalu. Menyampaikan dari hasil sidak mereka, temuan atas gorong-gorong yang ada di kawasan Bentiring Permai III tersebut memang terlalu kecil dan butuh dibangun lebih besar lagi. Mengingat ada 3 rumah yang ada di sana, setiap hujan selali digenangi air.

“Intinya warga sekitar tersebut meminta keadilan agar permasalahan ini bisa selesaikan dan ditemukan solusi. Makanya kita gelar pertemuan hari ini ada musyawarah untuk mencari jalan keluar bersama,” katanya.

Menariknya dalam rapat itupun Asisten II Kota Bengkulu Matriyani Amran mengaku belum ada laporan detailnya terkait masalah ini kepada dirinya. Ia juga sudah mengkonfirmasi ke DPMPTSP bahwa perusahaan tersebut belum memiliki izin secara lengkap. “Yang jelas kita akan mencari solusi yang terbaik win-win solution. Kalau dari devloper bisa mengambil tanah (yang banjir) itu, mungkin bisa kita lakukan (pembangunan gorong-gorong). Namun intinya masalah ini akan kita kaji bersama lagi bersama pimpinan kita,” jelas Matriyani.

Sementara itu Kadis Perkim Kota Bengkulu, Yusman mengaku hanya mengeluarkan rekomendasi terkait pembangunan perumahan tersebut. Sementara isi dari rekomendasi tersebut ialah terkait penyediaan 30 persen lahan perumahan untuk fasilitas umum, bukan terkait tata ruang dan peil banjir (ketinggian permukaan tanah untuk hindari banjir).

“Kalau untuk rekomendasi kita sudah keluarkan, dan rekomendasi itu terkait 30 persen lahan perumahan yang harus disediakan untuk fasum, bukan terkait peil banjir, kalo itu urusannya Dinas PUPR. Sedangkan soal izin lainnya itu ada di Dinas Perizinan yang punya wewenang,” jelas Yusman.

Selanjutnya Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Bengkulu Fery Rizal, kawasan tersebut memang sudah sering terjadi banjir sebelum dibangun perumahan. Hal ini diakibatkan gorong-gorong yang ada di sana tidak mampu lagi menyalurkan air secara baik. “Karena itu, kedepannya akan kita programkan (pembangunan) di sana. Dan ini menjadi progress kita kedepannya,” ujarnya.

Kuasa Hukum Warga Bentiring Permai Reno, SH menceritakan saat banjir, rumah kliennya mengalami banjir hingga terendam seluruh rumahnya. Bahkan ia menduga banjir ini akibat pembangunan perumahan oleh PT. Ashani Karya yang baru berdiri tersebut. “Intinya kami mengantongi bukti bahwa PT. Ashani Karya belum memiliki izin. Jadi seharusnya kalau belum ada izin yang lengkap, perumahan tersebut jangan dulu berdiri. Ini izin belum lengkap, kok tapi pembangunan masih berjalan,” kritiknya.

Sementara Direktur PT Ashani Karya Syamsu Iwan mengungkapkan, bahwa kawasan tersebut memang sudah banjir sejak lama. Ia menggaris bawahi bahwa yang banjir ini adalah warga, bukan perumahan di kawasan mereka.

“Ya kalau kami sudah ada upaya solusi dengan warga. Misalnya, gorong-gorong akan dibangun jembatan, atau bantu timbun, atau beli rumah tersebut. Pada dasarnya kami pun siap,” tukasnya.(new)

Berita Lainnya

Dewan Ingatkan Serapan Anggaran OPD

BENGKULU – Memasuki pembahasan KUA-PPAS rancangan APBD 2020, DPRD Kota Bengkulu meminta agar Organisasi Pemerintah ...

error: Content is protected !!