Kamis , 21 Februari 2019
Home / Daerah / Kepahiang / OSS Belum Optimal

OSS Belum Optimal

KEPAHIANG – Sejak resmi diterapkan pada 2018 lalu, hingga saat ini sistem Layanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (PBTSE) dengan menggunakan aplikasi Online Single Submission (OSS), masih belum berfungsi optimal. Bahkan sistem ini terkesan masih kalah cepat dibanding dengan sistem manual yang biasa digunakan selama ini dalam pengurusan perizinan.

Kepala DPMPTSP Kepahiang, M. Salihin mengungkapkan, melihat sistem manual yang dilakukan selama ini, dalam 1 hari DPMPTSP bisa menerbitkan hingga 10 penerbitan perizinan. Namun dengan sistem OSS saat ini, satu hari saja kadang 3 perizinan pun belum selesai dikerjakan.

Selain itu DPMPTSP juga terkendala dengan penginputan data perizinan yang dilakukan pemohon. Sistem OSS ini tidak bisa melakukan revisi sendiri tanpa melalui DPMPTSP dengan lebih dulu harus membuat laporan secara elektronik, dan kemudian menunggu respon dan konfirmasi dari server pusat. “Sejauh ini kita baru menerbitkan 56 izin usaha, dari 326 permohonan yang masuk. Kendala pada sistem jaringan OSS yang terjadi tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu penyebab lambannya layanan penerbitan izin usaha ini,” jelas Solihin.

Ia juga mengungkapkan dalam melakukan permohonan perizinan melalui aplikasi OSS, pelaku usaha bisa melakukan penginputan sendiri, atau juga bisa meminta bantuan DPMPTSP. Hanya saja sejauh ini kendala yang dihadapi dalam penginputan di aplikasi OSS masih terkendala jaringan internet yang kerap ngadat.

“Bahkan untuk mendapatkan sinyal saja, kita kadang terpaksa melakukan penginputan di halaman kantor, karena jaringan internet di Kepahiang pada umumnya belum memadai untuk menggerakkan jaringan OSS. Selain itu aplikasi OSS ini jika diakses secara serentak, kerap menyebabkan jaringan down dan mempengaruhi kecepatan upload dokumen dan input data,” beber Salihin.

Untuk itu DPMPTSP Kepahiang telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi, diantaranya mengimbau kepada pemohon untuk melakukan penginputan ulang di lokasi yang jaringan internetnya cepat. “Kita juga sudah bekerjasama dengan Telkom untuk menggunakan shelter Telkom di TIC dalam mengakses jaringan. Di sana kan sudah ada fasilitasnya, dan kita hanya tinggal beli kuota internet saja,” tutur Salihin.(sly)

Berita Lainnya

Pemkab Harus Gencar Gali Potensi PAD

KEPAHIANG – DPRD Kabupaten Kepahiang mengingatkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, untuk gencar menggali potensi ...