Sabtu , 20 April 2019
Home / Metropolis / Temuan Audit Keuangan Berkurang

Temuan Audit Keuangan Berkurang

BENGKULU – Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap belanja barang dan belanja modal tahun anggaran 2018, pada pemerintahan Provinsi Bengkulu  dengan tujuan tertentu, menunjukkan hal yang positif. Sebab terjadi penurunan signifikan terhadap temuan tersebut. Diantaranya pada item kepatuhan terhadap perundang-undangan ditemukan jaminan pelaksanaan yang belum dicairkan hampir Rp 1 miliar. Kemudian kelebihan bayar hampir Rp 1 miliar, kemudian temuan pada perjalanan dinas Rp 85 juta.

Menurut Gubernur Bengkulu Dr. drh. Rohidin Mersyah, MMA mengatakan hasil temuan tersebut turun signifikan. Biasanya pada item kelebihan bayar biasanya temuan mencapai Rp 7 miliar saat ini hanya Rp 1 miliar. “Temuan turun signifikan baik itu dari sisi jumlah maupun sisi nilai temuan itu sendiri,” kata Rohidin usai menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) di gedung BPK Perwakilan Provinsi Bengkulu Selasa (22/1) kemarin.

Temuan-temuan tersebut, akan langsung dirapatkan dengan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Sehingga bisa ditindak lanjuti selama 60 hari kedepan. Gubernur sendiri yakin temuan itu bisa diselesaikan dalam waktu yang ditentukan tersebut. “Patut diapresiasi penurunan temuan ini luar biasa menurunnya,” terangnya.

Ini menurut Rohidin karena ada perbaikan pengawasan internal dan kesungguhan dari setiap pertanggungjawaban sehingga menjadi lebih baik. “Saya siang ini (kemarin red) pukul 13;30 WIB akan langsung rapat dengan OPD untuk membahas temuan itu,” katanya.

Apakah Pemerintah Provinsi Bengkulu yakin akan mendapatkan opini tertinggi wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap pengelolaan keuangan APBD 2018, Rohidin mengatakan hal itu masih menunggu hasil audit terhadap APBD 2018 secara keseluruhan. “Itu nanti,” terangnya.

Bukan hanya Pemda Provinsi Bengkulu yang mengalami penurunan yang signifikan terhadap temuan hasil audit tersebut. Kota Bengkulu juga mengalami penurunan temuan secara signifikan. Di Kota Bengkulu dari Rp 8 miliar temuan di tahun 2017, tahun 2018 turun hanya Rp 500 juta. Dengan rincian kelebihan bayar dan item lainnya termasuk perjalanan dinas.

Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, SE, MM mengatakan bicara signifikan terhadap penurunan temuan ini sangat luar biasa. Bahkan temuan-temuan tersebut sudah ditindaklanjuti. “Saya selaku wakil walikota bersama Inspektur saya keliling OPD setiap menerima rekomendasi untuk ditindak lanjuti,” katanya.

Tahun 2019 ini pembangunan juga akan menggeliat, karena selain APBD Rp 1,3 triliun Pemkot Bengkulu juga meminjam dana Rp 250 miliar. Sehingga ada dana Rp 1,5 triliun yang akan dikelola untuk pembangunan. “Saya yakin akan lebih baik, apalagi inspektur kita dari BPKP yang paham terhadap keuangan. Kedepan saya rasa bisa lebih tertib,” terangnya.

Sementara itu Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Arif Agus berharap temuan tersebut supaya segera disikapi. Dengan tindak lanjut tersebut ke depannya temuan kerugian negara itu bisa terpulihkan. “Kami apresiasi apa yang sudah dilakukan. Temuan yang dulu juga sudah ditindaklanjuti walaupun belum seluruhnya. Tapi sangat signifikan. Untuk temuan di tahun 2018 jumlah dan nilainya jauh berkurang dari tahun sebelumnya,” kata Arif Agus.

Temuan itu muncul setelah dikaji karena memang ada kelemahan pengendalian internal terhadap penggunaan anggaran. Seperti pekerjaan kurang spesifikasi, terjadi kelebihan bayar dan  kekurangan volume pekerjaan. Ini bisa terjadi karena lemahnya perencanaan, kemudian lemahnya pengawasan. Padahal ada konsultan pengawas dan pejabat pembuat komitmen (PPK) yang harusnya mengawasi pekerjaan itu.

Sementara itu dalam penyerahan LHP tersebut dihadiri oleh gubernur bersama dengan DPRD, kemudian Ketua DPRD Kota bersam Walikota, Inspektur Provinsi dan Kota serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah.(del)

Berita Lainnya

Blanko E-KTP Kosong, Dukcapil Andalkan Suket

BENGKULU –  Ketersediaan blangko e-KTP (KTP elektronik) di Kota Bengkulu kembali mengalami kekosongan. Kekosongan blangko ...

error: Content is protected !!