Kamis , 21 Februari 2019
Home / Metropolis / 8.084 Warga Lansia di Kota Bengkulu Masuk Kategori Miskin

8.084 Warga Lansia di Kota Bengkulu Masuk Kategori Miskin

BENGKULU – Jumlah warga lanjut usia (lansia) terlantar karena tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya di Kota Bengkulu termasuk tinggi. Ada 8.084 lansia masuk Basis Data Terpadu (BDT) milik Kementerian Sosial (Kemensos) untuk program perlindungan sosial penanganan farkir miskin.

Seperti disampaikan Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinas Sosial Kota Bengkulu Dekoniati, SE. Terdapat 8.084 lansia di Kota Bengkulu masuk BDT, diantaranya diketahui ada yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebanyak 363 orang lansia. “Sekitar 7.721 lansia masuk BDT memiliki NIK, dan sisanya diketahui belum memiliki NIK,” ujar Dekoniati kepada RB kemarin.

Selain masuk komponen Program Keluarga Harapan (PKH), sambung Dekoniati, rencananya ada program lain bagi lansia dari Kemensos di luar PKH, yaitu program lansia terlantar. Maksud terlantar disini, adalah lansia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya baik tinggal sendiri maupun dengan anaknya yang juga tidak mampu. “Kita masih menunggu juknisnya, termasuk jatah untuk Kota Bengkulu dan besaran yang akan diterima lansia yang masuk program lansia terlantar,” terang Dekoniati.

Meskipun belum ada kepastian jumlah untuk lansia di Kota Bengkulu yang masuk program lansia terlantar ini, namun Dinsos Kota Bengkulu sendiri sudah diinstruksikan untuk melakukan verifikasi dan validasi data lansia yang masuk BDT. Tujuan verifikasi dan validasi data ini, diantaranya agar tidak terjadi penerima ganda antara penerima lansia yang masuk komponen PKH dengan program lansia terlantar tahun ini. Juga untuk memastikan lansia tersebut masih berdomisili dialamat tersebut atau tidak.

“Program lansia terlantar ini untuk mengakomor lansia yang belum masuk PKH, karena temuan dilapangan banyak lansia maupun disabilitas yang tidak dapat jadup sejak menjadi komponen PKH,” jelasnya.

Dekoniati menambahkan, selain program lansia terlantar tahun ini juga ada program untuk penyandang disabilitas di luar PKH. Saat ini Dinsos Kota Bengkulu juga sedang dalam proses pendataan oleh pendamping. Sementara untuk jumlah penerima bantuan penyandang disabilitas, pihaknya juga masih menunggu dari kemensos. “Kalau tahun 2017 sebelum digabung ke PKH, ada 105 lansia dan 131 penyandang disabilita mendapat jatah hidup (jadup),” demikian Dekoniati. (key)

Berita Lainnya

Pinjaman Dana SMI Terancam Batal

BENGKULU – Usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu meminjam dana ke PT Sarana Multi Infasrtuktur (SMI) ...

error: Content is protected !!