Selasa , 25 Juni 2019
Home / Berita utama / Dua Oknum Guru Terancam Sanksi Gara-gara Bagikan Kalender Caleg DPR RI

Dua Oknum Guru Terancam Sanksi Gara-gara Bagikan Kalender Caleg DPR RI

KEPAHIANG – Dua oknum guru SDN 6 Kabupaten Kepahiang berinisial Br dan ZA terancam sanksi disiplin dan terpaksa berurusan dengan hukum. Kedua “Oemar Bakrie” ini kedapatan membagi-bagikan kalender salah satu calon legislatif (caleg) kepada para murid di sekolahnya.

Kedua oknum guru tersebut dilaporkan oleh salah satu wali murid kepada Bawaslu Kepahiang telah membagi-bagikan kalender Caleg DPR RI, Dewi Coryati.       Ketua Bawaslu Kepahiang, Rusman Sudarsono, SE ketika dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, Bawaslu sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap kedua oknum guru. Dari klarifikasi yang dilakukan, kedua oknum guru itu pun mengakui perbuatannya. “Kita sudah melakukan investigasi bersama Panwascam Kepahiang,” ujarnya.

Diungkapkan Rusman, pembagian kalender caleg yang dilakukan oleh kedua oknum guru tersebut dilakukan pada tanggal 12 Januari lalu. Kemudian Bawaslu Kepahiang langsung melakukan penelusuran atas informasi tersebut, dan kemudian mendapatkan kedua oknum guru itu terbukti bersalah telah terlibat dalam praktik politik praktis.

“Kita juga sudah meminta keterangan dari kepala sekolah dan sejumlah murid di SD tersebut. Semuanya mengakui bahwa kalender tersebut dibagikan oleh kedua oknum guru itu,” beber Rusman.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Br dan ZA serta beberapa saksi, kemarin (23/1) Bawaslu Kepahiang mengirimkan surat kepada Bupati Kepahiang mengenai temuan tersebut. Surat tersebut bertujuan untuk meminta Pemkab Kepahiang memberikan sanksi kepada kedua oknum guru yang berstatus PNS tersebut.

“Dari hasil kajian dan analisa yang kita lakukan, semua unsur pelanggaran atas perkara ini sudah terpenuhi. Untuk itu kami berharap bupati selaku pengambil kebijakan tertinggi di daerah agar bisa memberikan sanksi atas apa yang sudah dilakukan oleh kedua bawahannya ini,” tegas Rusman.

Terpisah, Wakil Bupati Kepahiang Netti Herawati, S.Sos ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti surat yang disampaikan oleh Bawaslu. Wabup menegaskan akan segera memanggil kedua oknum guru itu dalam waktu dekat ini untuk dimintai keterangan. “Kalau memang nanti terbukti bersalah atas hasil penilaian kita, maka kita tidak akan tinggal diam. Keduanya harus siap disanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.(sly)

Berita Lainnya

Serbu, Kampung Seru IM3 Ooredoo di Kabupaten Kepahiang

BENGKULU- Mensosialisasikan produk andalan terbaru New Freedom dari IM3 Ooredoo, Minggu (23/6), Indosat Ooredoo Bengkulu ...

error: Content is protected !!