Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Metropolis / Belanja Pegawai Sudah Membengkak, Pemda Kota Bengkulu Sulit Rekrut PPPK

Belanja Pegawai Sudah Membengkak, Pemda Kota Bengkulu Sulit Rekrut PPPK

BENGKULU – Tahun ini pemerintah pusat berencana membuka rekruitmen bagi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun Pemkot Bengkulu masih ragu-ragu untuk mengambil peluang pengangkatan ini, lantaran sumber gaji untuk P3K dibebankan kepada APBD Kota.

Seperti disampaikan oleh Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, SE, MM. Sampai saat ini Pemkot belum bisa memastikan akan membuka perekrutan untuk P3K di Kota Bengkulu atau tidak. Menurutnya ini peluang agar dapat mengangkat tenaga profesional yang benar-benar masih kurang dan dibutuhkan oleh daerah, seperti tenaga guru dan kesehatan. Hanya saja dengan dilimpahkannya tanggung jawab kepada daerah dari pusat agar mengalokasikan anggaran gaji PPPK dalam APBD, membuat pemkot masih harus mengkaji dan membahas kembali perekrutan PPPK ini.

“Belum kita putuskan, beban APBD masih sekitar 53-54 persen untuk belanja pegawai saja dari APBD Rp 1,2 trilun. Hampir Rp 700 miliar- Rp 800 miliar untuk belanja pegawai,” ujar Dedy kepada RB, kemarin.

Dengan rencana pemerintah pusat membebankan sumber gaji untuk tenga PPPK kepada pemda/pemkot, maka sambung Dedy, akan semakin memberatkan APBD Kota Bengkulu. Sementara APBD sehat itu yang belanja pegawainya dengan persentase 30-40 persen dari total APBD. Namun bila sumber gaji untuk tenaga PPPK ini ditanggung oleh APBN, maka dipastikan pemkot akan membuka rekruitmen tenaga P3K.

“Kata pusat ada pembukaan P3K, tapi dananya (gaji) dari APBD kamu (pemkot/pemda). Itu yang jadi masalah, kalau dapat tambahan dari pusat yah tidak masalah kita senang. Kita buka rekruitmen,” beber Dedy.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bengkulu, Drs. Bujang HR, MM juga belum bisa memastikan pemkot bisa membuka untuk perekrutan tenaga PPPK tahun ini, bahkan terdengar pesimis bisa digelar perekrutan. Mengingat beban belanja pegawai di Kota Bengkulu masih tinggi, diatas 50 persen dari total APBD Kota Bengkulu. Yang menjadi alasan pembatalan pelaksanaan tes CPNS di Kota Bengkulu tahun lalu.

“Sepertinya sulit akan buka karena CPNS saja ditolak, tapi nanti ini masih akan dibahas lagi. Ini kita lagi rakor dengan menpan di Batam membahas rekruitmen tenaga P3K. Tunggu pulang saja yah lebih jelasnya,” kata Bujang saat dihubungi melalui telepon kemarin. (key)

Berita Lainnya

Buruh Abadi Makmur Tuntut Gaji UMP

BENGKULU – Sebanyak 50 buruh CV. Abadi Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang impor kayu ...

error: Content is protected !!