Senin , 27 Mei 2019
Home / Berita utama / Dirwan Mahmud Disarankan Banding ke Pengadilan Tinggi Atas Vonis 6 Tahun Penjara

Dirwan Mahmud Disarankan Banding ke Pengadilan Tinggi Atas Vonis 6 Tahun Penjara

BENGKULU– Pengamat hukum pidana Unihaz, Nedianto, SH, MH menyarankan agar Bupati Bengkulu Selatan (non aktif) Dirwan Mahmud mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) terkait dengan putusan majelis hakim tingkat 1 di Pengadilan Tipidkor Bengkulu. Sebab dia melihat dalam perkara ini, posisi Dirwan tidak pernah menyuruh istrinya menerima uang dari kontraktor terkait fee proyek. Oleh karena itu, Dirwan masih punya peluang untuk menang di tingkat PT.

“Kalau saya amati kasusnya, dia ada peluang untuk menang dan bebas, besar peluangnya. Tapi yang lebih tahu kan beliau sendiri. Beliau kan sudah bilang bilang tidak pernah terima uang dari istrinya atau menyuruh istrinya terima uang. Nah mampu nggak penasihat hukumnya membuktikan itu di PT,” kata Nedianto.

Karena ini berkaitan dengan nasib Dirwan, lanjut Nedianto sebaiknya mengajukan banding. “Beliau yang lebih tahu apakah beliau bersalah atau tidak. Ini kan baru putusan hakim tingkat pertama. Ada tingkat 2. Ini kesempatan dan hak beliau untuk mengajukan keberatan atas pertimbangan hakim tingkat pertama. Bahkan bila perlu sampai ke MA. Sebaiknya lakukan upaya hukum,” paparnya.

Diketahui, Dirwan Mahmud, Kamis (24/1) divonis hukuman 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipidkor Bengkulu terkait kasus korupsi fee proyek. Ia dinilai melanggar pasal 12 huruf a Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.  Selain itu diharuskan membayar denda sebesar Rp 300 juta subsidair 4 bulan kurungan dengan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun. Kendati demikian, putusan majelis hakim yang diketuai oleh Slamet Suribto, SH, MH ini sebenarnya lebih ringan kalau dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab pada persidangan sebelumnya Dirwan dituntut oleh JPU dengan hukuman 7 tahun penjara. Kendati lebih ringan dari tuntutan, namun hukuman yang dijatuhi majelis hakim terhadap Dirwan ini merupakan hukuman paling berat dibandingkan dengan hukuman yang dijatuhkan kepada 2 terdakwa lainnya, masing-masing Hendrati yang merupakan istri Dirwan dan Nursilawati yang merupakan keponakan Dirwan.

Terdakwa Hendrati dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, denda Rp 250 juta subsidair 4 bulan kurungan sedangkan terdakwa Nursilawati dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsidair 4 bulan kurungan. Pembacaan amar putusan ini didengar oleh seluruh pengunjung sidang yang memadati ruangan sidang, didominasi oleh keluarga Dirwan Mahmud. (tew)

Berita Lainnya

Lantaran Coba Perkosa Ibu Kandung, Wartawan Diamankan

KOTA BINTUHAN – Wartawan (30) warga Desa Talang Padang Kecamatan Kinal diamankan anggota Polsek Kaur ...

error: Content is protected !!