Kamis , 23 Mei 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / 1.200 Ton Beras Terancam Hilang

1.200 Ton Beras Terancam Hilang

PROTES TAMBANG: Warga saat mendatangi tambang baru sungai, Kamis (24/1) lalu. Kemarin (25/1) Pemkab BU membantuk tim untuk mengecek tambang.

ARGA MAKMUR – Aksi protes petani warga Desa Tanjung Agung, Lubuk Pendam, Alun Dua dan Sengkuang atas aktivitas tambang galian C alias batu sungai

Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP) bukan tanpa alasan. Bahkan, jika sampai berdampak pada bendungan dan irigasi layaknya yang dikhawatirkan petani, maka dipastikan 1.200 ton beras per tahun akan hilang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Bengkulu Utara (BU), Kuasa Barus, SP menerangkan, akan mengecek kembali kawasan pertanian, irigasi, bendungan sekaligus kawasan pertambangan yang dikeluhkan petani Kecamatan TAP. Sebelumnya Dinas TPHP sudah melakukan pengecekan dengan permasalahan yang sama dua bulan lalu.

“Kami sudah cek dan akan mengecek lagi dengan tim gabungan serta tim teknis bersama petani untuk melihat apa yang dikhawatirkan petani,” katanya, kemarin (25/1).

Ia menuturkan, jika aktivitas pertambangan bisa saja akan mengancam keberadaan bendungan dan irigasi. Meskipun memang dampak negatif tidak akan langsung terjadi dan bisa dirasakan oleh petani  saat dilakukan penambangan.

“Namun dalam lima tahun memang dampak negatif itu bisa saja muncul. Terutama terjadi dengan irigasi dan bendungan yang mengairi 280 hektare sawah,” ujar Barus.

Pemkab BU akan membuat kajian teknis lebih dalam lagi yang haslnya akan disampaikan ke gubernur sehingga menjadi pertimbangan. Diharapkan dengan adanya tim gabungan ini tetap bisa menjaga hak-hak, baik itu hak petani maupun hak pengusaha dalam mengeksplorasi kekayaan alam.

“Karena perizinan terkait pertambangan ini adalah kewenangan Pemprov sehingga hasil dari kajian tim teknis nantinya akan kita sampaikan ke gubernur,” terangnya.

Sementara itu, Direktur PT Ferto Rejang, Rudi sebagai pengelola tambang tersebut menyerahkan semuanya pada analisis tim teknis pemerintah baik itu Pemprov maupun Pemkab BU. Namun ia menegaskan jika mereka sudah mengantongi perizinan lengkap untuk melakukan operasi produksi.

“Namun sementara kami menghentikan seluruh aktivitas sesuai keinginan masyarakat,” pungkas Rudi. (qia)

Berita Lainnya

Akses Bengkulu Utara -Lebong Terancam Lumpuh

ARGA MAKMUR – Hingga kini belum ada tanda-tanda jembatan Gunung Selan, Arga Makmur akan dibangun ...

error: Content is protected !!