Rabu , 21 Agustus 2019
Home / Metropolis / 89.609 Pelanggan PLN Nunggak Tagihan

89.609 Pelanggan PLN Nunggak Tagihan

TUNGGAKAN: Tunggakan pelangan PLN hingga Januari 2019 ini, sudah mencapai Rp 16,526 miliar. Tunggakan itu ada yang berasal dari tahun 2017 lalu. (foto : yunike/rb)

BENGKULU – Sebanyak 89.609 dari total 524.853 pelanggan PLN di Provinsi Bengkulu menunggak tagihan pembayaran listrik. Jumlah tunggakannya pelanggan yang tersebar pada 10 Unit Layanan Pelanggan (ULP) kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu itu mencapai Rp 16,526 miliar.

Manager Bagian Pemasaran Pelayanan Pelanggan PT PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu Unit Pelaksana Pengelola Pelanggan (UIW S2JB UP3) Bengkulu, Wahyu Ismardianto membenarkan data tersebut.

Dijelaskannya, rata-rata pelanggan menunggak selama 1 bulan, dan tertinggi selama 8 bulan menunggak. Tertinggi tunggakan pelanggan terdapat di ULP Curup, Kepahiang, Argamakmur dan Manna. “Tunggakan kecil ada di 6 ULP, yaitu Teluk Segara, Nusa Indah, Tais, Muara Aman, Mukomuko dan Bintuhan,” ujar Wahyu kepada RB.

Untuk menekan angka tunggakan tersebut, sambung Wahyu, pihak PLN Bengkulu pada 2019 ini tetap melakukan penagihan kepada pelanggan. Bila tidak juga membayar maka pihak PLN akan memutus aliran listrik kepada pelanggan tersebut. Penyegelan rencananya dilakukan pada bulan Februari. Nantinya, PLN akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan penyegelan. “Dari pelanggan yang menunggak ini sudah ada yang diputus. Selama 1 bulan menunggak disegel, 2 bulan bisa diputus, 3 bulan KWH meter dibongkar,” bebernya.

Wahyu menerangkan nilai tunggak Rp 16,5 miliar ini juga berasal dari nilai akumulasi tunggakan pada tahun sebelumnya. Untuk per Desember 2017 jumlah tunggakan Rp 8,418 miliar. Kemudian pada 2018 per Desember cenderung turun menjadi Rp 7,970 miliar.  Dengan kata lain untuk Januari saja terdapat tunggakan listrik untuk pelanggan umum atau rumah tangga sekitar Rp 8,6 miliar. “Untuk pemda/pemkot tidak ada yang menunggak, termasuk lampu jalan dan itu dari PLN kita sangat berterimakasih,” kata Wahyu.

Wahyu mengimbau agar pelanggan bisa membayar listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Jika tidak ingin direpotkan dengan penagihan, masyarakat pelanggan terutama yang masih menggunakan listrik pasca bayar bisa berpindah menggunakan listrik prabayar. Pemindahan tanpa dipungut biaya pemasangan, hanya dikenakan biaya adminsitrasi Rp 3 ribu, termasuk mengganti KWH meter diberikan gratis oleh PLN.

“Yang menunggak ini semuanya pelanggan pasca bayar. Ada yang pelanggan sudah diputuskan saat dia mau pasang kembali, kita sarankan menggunakan listrik pintar. Sangat memudahkan pelanggan,” terang Wahyu.

Wahyu menambahkan saat ini sudah ada aplikasi PLN Mobile yang bisa didownload oleh pelanggan. Melalui aplikasi ini, pelanggan bisa menyampaikan keluhan, pengaduan, termasuk untuk pemasangan baru, serta juga bisa mendapatkan informasi terbaru seputar program PLN, dan lain-lain. (key)

 

Berita Lainnya

Resmi Dilantik, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diminta Bersinergi dan Kerja Profesional

BENGKULU–  Pasca Pemilu Presiden RI dan Legislatif, termasuk Pemilihan Legislatif DPRD Kota Bengkulu 17 April ...

error: Content is protected !!