Rabu , 19 Juni 2019
Home / Berita utama / Jokowi Launching Serah Terima Bandara Fatmawati Soekarno ke Angkasa Pura

Jokowi Launching Serah Terima Bandara Fatmawati Soekarno ke Angkasa Pura

BENGKULU – Presiden RI, Ir. Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke Bengkulu 15 Februari mendatang. Dalam kunjungan kerjanya itu presiden akan melaunching penyerahan pengelolaan Bandara Fatmawati Soekarno kepada PT. Angkasa Pura (AP) II (Persero).

“Kita ingin Bandara Fatmawati secepatnya jadi bandara internasional. Tanggal 15 Februari rencananya ada kunjungan presiden. Pak gubernur minta penetapan bandara dikelola PT. AP II itu bisa dilauncing saat presiden datang,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Ir. M. Yusuf kemarin (26/1).

Dikatakan Yusuf, saat ini Bandara Fatmawati masih dilakukan pengembangan. Dana pembangunan masih dianggarkan dari APBN melalui Kementerian Perhubungan. “Kalau saat ini belum ada serah terima dengan PT. AP II. Sebelumnya baru penandatanganan MoU saja antara Kemenhub dengan PT. AP II. Serah terima secara resmi belum. Jadi pengembangan yang dikerjakan sejak tahun 2018 lalu itu masih pakai dana APBN,” jelas Yusuf.

Saat ini surat penetapan peralihan pengelolaan Bandara Fatmawati sudah di meja Menteri Keuangan yang akan menandatangani peralihan dari BLU ke BUMN. Jika surat penetapan sudah turun, baru pengelolaan bandara bisa diserahkan secara resmi ke PT. AP II. “PT. AP II menunggu keluarnya surat penetapan itu. Baru setekah itu kita lakukan kerjasamanya. Bisa jadi nanti PT. AP II yang melanjutkan pekerjaannya,” ujar Yusuf.

Pengembangan yang dilakukan pada tahun 2018, sambung Yusuf, baru pekerjaan pembangunan kantor yang sudah 100 persen.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Helmi Paman, S.Sos menyarankan agar pengembangan Bandara Fatmawati itu segera diserahkan sepenuhnya ke PT. AP II.

Bila PT. AP II mampu menjadikan Bandara Fatmawati menjadi bandara selevel bandara internasional, dia yakin akan menggenjot perekonomian masyarakat di Provinsi Bengkulu. Walaupun Helmi akui saat ini jumlah penumpang pesawat di Bengkulu masih sedikit. “Salah satu penunjangnya pariwisata di Bengkulu harus bagus dan maju sebagai daya tarik kunjungan wisata,” tuturnya.

Dijelaskannya, yang sulit dalam pengembangan bandara adalah pembebasan lahan. “Untuk memperpanjang landasan bandara harus ada pembebasan lahan. Segera bentuk tim berapa luas lahan yang harus dibebaskan. Jangan sampai bandara di Bengkulu jauh tertinggal dengan bandara di provinsi lain,” harapnya.(tew)

Berita Lainnya

Bupati Mian Borong Penghargaan

ARGA MAKMUR – Pemerintahan yang bersih tak hanya menjadi slogan di Bengkulu Utara (BU). Bahkan ...

error: Content is protected !!