Selasa , 21 Mei 2019
Home / Breaking News / Ibu dan Anak Warga Kepahiang Positif HIV/AIDS

Ibu dan Anak Warga Kepahiang Positif HIV/AIDS

KEPAHIANG – Seorang ibu dan anaknya, warga Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang, siang tadi positif diketahui terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) saat melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Kepahiang. 

Diketahuinya kedua ibu dan anak ini terjangkit HIV/AIDS, lantaran pihak RSUD Kepahiang curiga lantaran keduanya mengalami sakit secara berkelanjutan, dimana sang anak terus mengalami sariawan, gatal-gatal, dan berat badan yang terus berkurang. Hal serupa juga dialami oleh sang ibu.

Plt Direktur RSUD Kepahiang, dr. Febi Nursanda melalui Kabag Tata Usaha (TU), H. Tajri Fauzan,SKM, M.Kes ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Hanya saja ia mengakui tidak bisa menyebutkan identitas ibu dan anak tersebut.

“Awalnya ada pasien kita yang mengeluhkan sakit terus-menerus, dan setelah kita lakukan pemeriksaan diketahui bahwa ibu dan anak balita tersebut positif terinveksi HIV/AIDS. Untuk nama keduanya, kita tidak bisa menyebutkannya,” jelas Tajri.

Dijelaskan Tajri, kecurigaan pihaknya berawal dari keluhan yang dialami oleh kedua pasien ibu dan anak ini, dimana anaknya yang masih balita tersebut mengalami sariawan berkepanjanga, dan berat badan yang semakin lama semakin berkurang.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan, anaknya positif HIV. Kemudian kita juga memeriksa ibunya, dan hasilnya pun sama,” terang Tajri.

Kendati keduanya diketahui terinveksi HIV/AIDS, namun pihak RSUD Kebupaten Kepahiang belum melakukan langkah untuk dilakukan karantina. Pasalnya dijelaskan Tajri, saat pihaknya akan berkoordinasi dahulu dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang.

“Untuk sementara ini belum ada langkah untuk karantina. Kita masih akan berkoordinasi dulu dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang,” ungkap Tajri.

Lebih lanjut Tajri mengatakan, sebelumnya kedua ibu dan anaknya tinggal bersama suaminya di pulau Jawa. Namun lantaran ada permasalahan keluarga, suaminya yang juga warga Kabupaten Kepahiang mengusir keduanya, sehingga keduanya kembali ke Kepahiang.

“Sebelumnya sejak di Jawa, mereka ini juga sering sakit-sakitan namun mungkin belum sempat berobat. Dan mereka juga beberapa kali berobat disini, dan baru tadi (kemarin, red) kita ketahui bahwa keduanya terinfeksi HIV,” demikian Tajri. (sly)

Berita Lainnya

Indahnya Berbagi di Bulan Ramadan

BENGKULU– Minggu (19/05) 16.00 WIB Astra Motor Bengkulu bersama Komunitas Vario melakukan berbagi takjil dan ...

error: Content is protected !!