Selasa , 21 Mei 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Pemilik CV Darah Net, Resmi Ditahan

Pemilik CV Darah Net, Resmi Ditahan

SEGEL: Tower internet 15 desa di Kecamatan Seginim yang bermasalah disegel Polres BS.

KOTA MANNA – Pemilik CV Darah Net (DN), Hendri David, warga Desa Darat Sawah Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), resmi ditetapkan sebagai tersangka. DN dalam kasus ini, tekait pemasangan internet illegal pada 15 desa di Kecamatan Seginim oleh Penyidik Unit Tipiter Sat Reskrim Polres BS. .

Kapolres BS, AKBP. Rudy Purnomo S.IK, MH melalui Kasat Reskrim, AKP. Enggarsah Alimbaldi SH, S.IK mengatakan HD resmi ditetapkan sebagai tersangka sejak Sabut (26/1). “Jumlah tersangkanya hanya satu orang. Karena hanya ia yang terlibat dalam kasus ini,” terang Enggarsah.

Setelah menyandang status tersangka, HD langsung dijebloskan ke sel tahanan Polres, Sabtu. Penahanan dilakukan, karena ancaman hukuman yang menjerat tersangka diatas 4 tahun. Juga penahanan dilakukan untuk mudahkan penyidik melakukan pemeriksaan melengkapi BAP tersangka

HD ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Kasat, karena melakukan usaha pemasangan internet tanpa mengantongi izin dari Kementerian Kominfo. Tindakannya jelas melanggar undang-undang telekomonikasi, sehingga bisa dijerat pidana.

‘’Dalam perkara ini kami fokus mengusut usaha illegal yang dilakukan tersangka, karena tidak mengantongi izin dari pihak terkait dalam hal ini Kementerian Kominfo,” tegas Kasat.

Dijelaskan HD sebelumnya merupakan karyawan atau sales perusahaan LJN yang bergerak dalam pemasangan jaringan internet. Namun pada prosesnya, ia mendirikan perusahaan sendiri yakni CV Darah Net. Dari situlah HD mengembangkan jaringan internet ke desa-desa. Ia kemudian menarik keuntungan yang berlipat dari biaya bulanan yang dibayar desa.

“Tersangka jual jaringan internet yang dipasang di rumahnya ke desa-desa dengan membawa CV DN miliknya. Per bulan ia dapat keuntungan berlipat dari usaha itu. Soalnya ia hanya membayar bulanan ke LJN Rp 1,5 juta, sedangkan dari desa ia menarik biaya Rp 1,5 juta per desa setiap bulan,” ujarnya.

Dengan ditetapkannya HD sebagai tersangka, maka jaringan internet di 15 desa di Kecamatan Seginim terancam lumpuh. Sebab beberapa kades memilih menghentikan berlangganan internet tersebut. Padahal internet masuk desa merupakan salah satu program pemerintah.

“Kalau soal jaringan internet desa, itu kebijakan kades masing-masing. Beberapa ada yang berhenti berlangganan atau bisa juga untuk pindah ke perusahaan LJNg, perusahaan pemasangan internet yang resmi,” papar Kasat.(tek)

Berita Lainnya

Pira-Ulu Manna Rawan Longsor

PINO RAYA – Ditetapkan sebagai wilayah kecamatan rawan bencana longsor, pemerintah Kecamatan Pino Raya (Pira) ...

error: Content is protected !!