Sabtu , 23 Februari 2019
Home / Daerah / Lebong / Pidsus Tunggu Petunjuk Kajari

Pidsus Tunggu Petunjuk Kajari

PELABAI – Dugaan penyimpangan di balik pembangunan 21 dam parit dan 4 embung senilai Rp 3,5 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018, masih dipelajari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong. Saat ini tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari masih menunggu petunjuk dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dalam menindaklanjuti dugaan penyimpangan di balik pekerjaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) oleh Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) itu.
‘’Indikasi awal adanya penyimpangan di balik pekerjaan dam parit dan embung itu sudah kami sampaikan ke pimpinan (Kajari, red). Begitu petunjuk dari pimpinan turun segera kami tindaklanjuti,’’ tegas Kajari Lebong, Endang Sudarma, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Yogi Sudharsono, SH.
Dalam mengungkap perkara korupsi, lanjut Yogi, pihaknya tidak bisa bertindak gegabah. Harus disertai bukti. Antara lain adanya keterangan saksi serta hasil pekerjaan yang menunjukkan tidak sesuai dengan kontrak. Untuk bukti awal, pihaknya sudah mendapatkan informasi dugaan penyimpangan pembangunan dam parit dan embung yang telah menyebar di media.
‘’Yang pasti, dalam penanganan korupsi kami akan melakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan, red) terleih dahulu. Di situ, kami akan meminta keterangan dari sejumlah pihak. Ketika indikasi penyimpangan semakin menguat, akan kami panggil saksi dari pihak-pihak terkait,’’ ungkap Yogi.
Sementara Kepala Disperkan Kabupaten Lebong, Emi Wati, SE, M.AK belum bisa dikonfirmasi. Begitu juga Kabid Prasarana dan Sarana, Disperkan Kabupaten Lebong, Afri Hardiansyah, ST. Diketahui, 21 dam parit dan 4 embung itu dibangun di 25 desa yang tersebar di 6 kecamatan. Yakni Kecamatan Lebong Selatan, Bingin Kuning, Lebong Tengah, Lebong Sakti, Uram Jaya dan Lebong Utara dengan nilai masing-masing item Rp 142,5 juta.
Teknis pengerjaannya, diduga tidak dilaksanakan kelompok tani (poktan) yang ada di desa. Melainkan dikerjakan pihak ketiga yang ditunjuk pihak Disperkan dengan teknis hanya meminjam nama poktan. Bahkan di beberapa titik, masih ada fisik bangunan yang belum selesai. Antara lain pembangunan DAM parit di Desa Tabeak Blau, Kecamatan Lebong Atas yang belum juga dilakukan finishing sehingga bangunan belum bisa dialiri air. (sca)

Berita Lainnya

Tambang Pemicu Bencana

LEBONG UTARA – Longsor dan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong, tidak ...