Senin , 27 Mei 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Wabah DBD Mengancam

Wabah DBD Mengancam

BENTENG – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah menelan belasan orang harus dirawat di RSUD Benteng, dinilai karena minimnya biaya untuk melakukan fogging. Hal ini menyebabkan nyamuk bebas berkembang biak dengan mudah.

Kasi P2PM Dinas Kesehatan Benteng, Idham Kholid, SKM saat dikonfirmasi mengakui, saat ini pihaknya kesulitan untuk melaksnaakan fogging di beberapa titik yang sudah terkena wabah DBD. “Memang tidak ada anggaran sama sekali,” terangnya, kemarin (27/1).

Hal ini berbeda dari tahun lalu yang masih dianggarkan meskipun sedikit, yakni Rp 45 juta. Tahun ini, dikatakan Idham, pihaknya telah mengusulkan anggaran mencapai Rp 200 juta. Namun, tidak diakomodir di APBD 2019 ini.

Saat ini, menurut Idham, pihaknya sedang mencari cara bagaimana bisa untuk membantu anggaran fogging ini. Karena, kalau ada celah untuk bisa dimasukkan melalui anggaran lain, pihaknya akan berupaya untuk melakukan pinjaman. “Asalkan ada celah anggarannya, kami bisa melakukan fogging dengan cepat,” ujarnya.

Terkait dengan upaya swadaya dari masyarakat, Idham sangat mengapresiasi hal tersebut. Seperti yang dilakukan warga Desa Ujung Karang melalui kerja sama dengan Puskesmas Ujung Karang. Wabah DBD yang telah menyerang warga langsung ditanggapi Kades bersama warga. Untuk Dinkes sendiri, saat ini hanya bisa menyediakan obat untuk fogging. Namun, untuk hal lainnya, masih dalam upaya.

Dari laporan sementara ini, 2 kasus DBD di Puskesmas Pekik Nyaring, ditambah 13 kasus di Desa Ujung Karang sejak dua bulan terakhir. Idham mengaku hal ini menjadi pemikiran penting pihaknya. Anggaran yang minim namun harus memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

“Kami masih berupaya supaya bisa melaksanakan fogging di seluruh wilayah terutama di titik yang sudah terkena DBD,” demikian Idham. (**)

Berita Lainnya

Raih WDP, 91 Pejabat Dirotasi

BENTENG – Sebanyak 91 pejabat di lingkungan Pemkab Bengkulu Tengah (Benteng), terdiri dari 7 pejabat ...

error: Content is protected !!