Sabtu , 23 Februari 2019
Home / Daerah / Kaur / Diancam Dibunuh, Bocah Kelas 2 SD Dicabuli Paman

Diancam Dibunuh, Bocah Kelas 2 SD Dicabuli Paman

DIAMANKAN: Tersangka pencabulan saat diamankan di Mapolres Kaur.

KOTA BINTUHAN – Aksi pencabulan anak di bawah umur harus jadi perhatian semua elemen masyarakat Kaur, agar tidak terulang lagi. Januari 2019, sudah dua kasus cabul yang menghebohkan. Pertama bapak tiri cabuli anak tirinya yang masih umur 10 tahun. Terbaru giliran paman mencabuli keponaan kandungnya juga berumur 10 tahun.

Korban pencabulan paman sebut saja Kuntum (10) duduk di bangku kelas 2 SD di Kecamatan Nasal. Sudah satu tahun lebih korban jadi pemuas nafsu pamannya, Ju (39) warga Nasal yang kini meringkuk di tahanan Mapolres Kaur. Kuntum, tidak bisa berbuat banyak karena setiap kali pamannya beraksi selalu diancam akan dibunuh. Aksi ini pertama kali dilakukan di kebun pamannya. Karena aksinya berhasil membungkam Kuntum, kejadian kedua hingga ketujuh kembali terjadi hingga kasus ini terungkap.

“Semuanya sudah tujuh kali. Dua saya tempel saja dan lima saya lakukan kayak hubungan suami istri. Keponakan saya itu tidak cerita sama orangtuanya, karena saya ancam kalau cerita akan saya bunuh,” kata Ju di Mapolres Kaur kemarin.

Ju, sudah punya empat anak dan yang paling kecil perempuan baru dua bulan. Ju mengaku tega karena nafsu jika melihat korban. Sehingga beberapa kali Ju melakukannya hingga rumah korban. Pasalnya orangtua korban kerap ke kebun dan jarang pulang mengawasi anaknya. “Saya tidak khilap pak, tega karena nafsu,” imbuh Ju.

Sementara orangtua korban, yang kemarin ikut mengantarkan anaknya periksa lanjutan dan visum tidak menyangka dengan kejadian ini. Apa lagi selama ini korban selalu bersama tersangka. Kejadian ini baru terungkap setelah ada salah satu keluarga melihat aksi bejat tersangka 24 Januari 2019.

“Memang selama ini anak saya sering ikut tersangka. Anak saya ini takut dengan tersangka dan kalau bisa dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu tidak usah dikeluarkan dari penjara,” kata orangtua korban, Ru.

Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Willi Malau mengatakan untuk membuktikan kasus pencabulan ini, Polres Kaur melakukan visum terhadap korban. Kasus ini juga sudah diakui korban dan tersangka, sehingga paman bejat ini tidak bisa lagi lepas dari jeratan hukum. “Ju sudah kita tetap tersangka dan sudah mengakui perbuatannya. Ju terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara, karena mencabuli anak di bawah umur,” jelas Kasat.(cik)

Berita Lainnya

Golkar Panggil Anggota Dewan Kaur yang Terjaring Razia Narkoba di Jakarta

KOTA BINTUHAN- Kendati sudah dipastikan bebas dari jerat kasus narkoba. Namun politisi dari Partai Golkar Indra ...