Kamis , 17 Oktober 2019
Home / Metropolis / Gubernur Cuti Umrah, Tugas Dialihkan ke Sekda

Gubernur Cuti Umrah, Tugas Dialihkan ke Sekda

BENGKULU – Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA terhitung Senin (28/1) cuti menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci. Cuti berlangsung hingga 7 Februari mendatang. Lantaran posisi wakil gubernur belum ada, maka tugas gubernur selama cuti diserahkan ke Sekretaris Daerah (Sekda), Nopian Andusti. Surat cuti gubernur tersebut sudah diproses dan sudah masuk di Biro Pemerintahan.

Asisten I Pemda Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri menjelaskan, walaupun gubernur cuti dipastikan birokrasi akan berjalan dengan normal. “Pelaksanaan rutinitas kantor dan program lain tidak akan terganggu,” katanya, kemarin (28/1).

Sebab sebelum gubernur pergi berangkat umrah, sudah digelar rapat dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemprov Bengkulu. Seluruh arahannya sebelum berangkat umrah sudah disampaikan dengan kepala OPD dimotori oleh Sekda. “Seluruh OPD harus melaksanakan program kerja yang sudah diagendakan. Itu salah satu pesannya,” terangnya.

Walaupun Sekda menjabat sebagai pelaksana dari tugas gubernur, namun untuk kebijakan yang sifatnya mendesak atau penting, tidak boleh diambil oleh Sekda. “Tetapi tidak mungkin juga ada, kan hanya beberapa hari saja,” ujarnya.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, selama dia berangkat umrah tugasnya sementara akan diambil alih Sekda. “Iya terima kasih,” katanya melalui pesan WhatsApp. Gubernur berangkat ke Tanah Suci melalui penerbangan pesawat Garuda kemarin (28/1) pagi menuju ke Bandara Soekarno Hatta.

Sementara itu, desakan untuk segera memilih wakil gubernur terus mengalir. Salah satunya dari senator asal Bengkulu, H. Ahmad Kanedi. Dia menegaskan posisi wakil gubernur sangat penting. Sebab gubernur merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Untuk mengendalikan rentang jarak pembangunan dan lainnya. Dengan tugas yang berat itu gubernur harus didampingi oleh wakil. Sehingga bisa berbagi tugas dalam mengontrol Provinsi Bengkulu yang sangat luas. “Kalau serius tidak sampai sebulan sudah bisa terpilih wakil gubernur,” kata Kanedi.

Dia meminta untuk jangan mewacanakan Bengkulu tanpa wakil gubernur. Jika itu terjadi, dia sebagai senator akan bergerak mengumpulkan warga untuk menggelar demo. Sebab wakil gubernur itu diatur secara konstitusional. “Saya yang pertama akan menolak,” tegasnya.

Sementara itu, Kapuspen Kemendagri, Bachtiar mengatakan, Undang-Undang tentang Pemerintah Daerah setelah reformasi gubernur dan wakil gubernur dipilih satu paket. Berbeda saat sebelum reformasi, kepala daerah tidak memiliki wakil. Tentu ada maksud gubernur dipilih satu paket dengan wakil  gubernur. Yakni membantu gubenur dalam mengurus daerah dengan rentang kendali yang begitu luas. “Maksudnya ada, untuk meningkatkan kinerja, begitu luasnya wilayah sehingga akhirnya gubernur didampingi oleh wakil gubernur,” terangnya.

Pemilihan wakil gubernur ini merupakan hak dari partai pengusung. Dia berharap partai pengusung bisa lekas duduk satu meja untuk menentukan satu nama untuk menjadi wakil gubernur Bengkulu. “Kita tetap harus mendorong karena ini untuk kepentingan daerah. Maksud adanya wakil itu baik,” katanya. (del)

Berita Lainnya

Pelapis Tebing Perumahan Rawan

BENGKULU – Rombongan Komisi II DPRD Kota Bengkulu menggelar inspeksi mendadak (sidak) terkait adanya laporan ...

error: Content is protected !!