Kamis , 27 Juni 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Heboh, Majalah Berunsur Politik

Heboh, Majalah Berunsur Politik

KOTA MANNA–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bengkulu Selatan (BS) ikut menanggapi beredarnya tabloid Indonesia Barokah yang diduga bernuansa politik. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) disebar di setiap kecamatan di BS.

Ketua Bawaslu BS, Azez Digusti, mengatakan hinga saat ini pihaknya sedang memantau peredaran tabloid yang sedang diperbincangkan tersebut. Dikatakan Azez, dirinya belum melihat langsung isi tabloid yang diduga berisi politik itu.

Tapi Bawaslu BS telah menurunkan tim di setiap kecamatan dan masjid-masjid. “Saya belum kalau melihat langsung isinya. Akan tetapi dari media yang beredar, sepertinya memang ada unsur politiknya,” terang Azez.

Lebih lanjut dikatakan Azez Bawaslu terus menginstruksikan kepada semua jajarannya untuk memantau adanya tabloid tersebut beredar di BS. Bila ditemukan, Bawaslu akan memeriksa isi dari tabloid itu.

Bila terbukti ada unsur pelanggaran pemilu dan menyudutkan seseorang, dipastikan keberadaannya dilarang, khsusnya di BS. Bawaslu juga akan berkerjasama dengan pihak terkait dan media. “Bila kita temukan kami akan seleidiki lebih dahulu. Bila benar ada unsur politiknya, akan kita tarik peredarannya di BS,’ ujar Azez.

Perlu diketahui  cover tabloid itu memang tampak provokatif “Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?” Tabloid itu berisi 16 halaman termasuk cover. Isinya Mukadimah, Tokoh, Laporan Utama, Liputan Khusus, Opini, Sejarah, Edukasi, Tabayun, Ekonomi, Bilik Pesantren, Teras Masjid, Fikih, dan  Galeri.

Di kolom ‘Salam Redaksi’, si penulis mendeklarasikan diri tabolid ini sebagai media dakwah dan pendidikan Islam yang menyasar kalangan jemaah masjid, pesantren, dan fasilitas pendidikan lain. Tabloid terbit dua bulanan, artinya versi edisi I itu akan ada edisi berikutnya.(tek)

Berita Lainnya

KUA PM Wakil Bengkulu Selatan Ke Provinsi

PASAR MANNA – Setelah dilakukan penilaian oleh tim Kabid Urais Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) ...

error: Content is protected !!