Kamis , 22 Agustus 2019
Home / Daerah / Lebong / Kontrak Diputus, KTL Masih Dikerjakan

Kontrak Diputus, KTL Masih Dikerjakan

BANDEL: Proyek KTL 2018 yang sudah diputus kontrak ini hingga kemarin (28/1) masih juga dilanjutkan oleh kontraktornya.

PELABAI – Ketegasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong terhadap pembangunan tahun anggaran 2018 yang fisiknya tidak selesai, semakin dipertanyakan. Terlebih ada proyek pembangunan yang sudah diputus kontrak, namun kontraktornya masih terus melanjutkan fisik pekerjaan. Yakni proyek pembangunan Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) senilai Rp 1,15 miliar yang dikerjakan CV. Najwa Konstruksi.
Pantauan RB, hingga kemarin (28/1) pihak rekanan masih melanjutkan beberapa item pekerjaan. Salah satunya bangunan gapura KTL di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Pelabai, persisnya di depan rumah dinas bupati. ‘’Pemkab Lebong harus tegas. Masyarakat jangan dibuat bingung. Kok ada proyek tahun kemarin (2018, red) yang sudah diputus kontrak, tetapi pekerjaan fisiknya masih lanjut,’’ ujar Nopi (35), warga Kelurahan Tanjung Agung.
Dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRHub) Kabupaten Lebong, Ferdinan Agustian, ST mengaku sudah meminta agar Bidang Perhubungan kembali menegur pihak CV. Najwa Konstruksi. Sebelumnya, pihaknya sudah menyurati rekanan agar tidak lagi melanjutkan fisik pekerjaan karena statusnya sudah diputus kontrak. ‘’Nanti saya minta Kabid Perhubungan menyurati lagi kontraktornya,’’ tegas Agustian.
Untuk item pekerjaan yang masih terus dilanjutkan rekanan, Agustian pastikan tidak akan berpengaruh terhadap rencana pengusulan blacklist terhadap perusahaan bersangkutan. Begitu juga dengan biaya yang dikeluarkan pihak rekanan untuk item pekerjaan pascakontrak berakhir, dipastikannya tidak akan dibayar. ‘’Yang dihitung tetap sesuai dengan capaian progres fisik saat jadwal kontrak berakhir. Progres terakhirnya sebelum diputus kontrak sekitar 37 persen,’’ ungkap Agustian.
Sementara pihak CV. Najwa Konstruksi belum bisa dikonfirmasi. Namun berdasarkan pengakuan pekerja yang kedapatan masih mengerjakan halte di Kelurahan Tanjung Agung kemarin, ia hanya menjalankan perintah kepala tukang. ‘’Saya hanya ditugaskan menyelesaikan halte ini,’’ ungkap pekerja yang tidak ingin menyebutkan namanya itu.
Diketahui, pekerjaan KTL yang tidak tuntas itu meliputi pembangunan 8 unit halte bus, 1 unit pos pantau dan 2 unit gapura KTL. Termasuk 56 rambu lalu lintas dan 2 titik traffic light (lampu merah) yang belum terlihat sama sekali terpasang di sepanjang jalan Kecamatan Amen-Lebong Utara-Pelabai. (sca)

Berita Lainnya

Lelang Mobnas Banyak “Titipan”

PELABAI – Pelaksanaan lelang 79 unit mobil dinas (mobnas) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong besok, ...

error: Content is protected !!