Senin , 27 Mei 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Penyelesaian Sengketa Agri

Penyelesaian Sengketa Agri

BENTENG – Warga di delapan desa yang telah membentuk Forum Ulayat Tanah Benteng berharap BPN bisa membantu penyelesaian sengketa lahan warga di dalam HGU PT Agri Andalas. Ketua BPD Desa Ujung Karang, Rosian mengaku telah menunjuk perwakilan untuk minta kejelasan tentang HGU PT Agri Andalas. Permintaan peta HGU untuk mengetahui batas tanah terutama yang masih jadi milik warga, karena belum ada ganti rugi lahan.

“Batas tanah akan dijadikan sebagai dasar pembuatan surat keterangan dari pemerintah desa, sebagai syarat pengajuan sertifikat. Salah satunya melalui program Prona,” kata Rosian.

Rosian berharap dengan keterlibatan BPN sengketa yang telah berlangsung sejak lama akan selesai. Melalui pemberian gambar peta HGU perusahaan. Sehingga masyarakat bisa mengajukan pembuatan sertifikat tanah.

Saat ini, total lahan yang tercatat dalam HGU sebanyak 1.200 hektare, namun warga di delapan desa merasa masih memiliki hak beberapa bagian tanah di lahan HGU tersebut. Masing-masing Desa Kancing, Ujung Karang, Plajau, Talang Empat, Taba Mutung, Karang Tinggi dan Padang Tambak.

“167 warga tidak bisa buat sertifikat lahan, karena BPN tidak bisa menerbitkan sertifikat di lahan yang masuk dalam HGU perusahaan. Sudah sejak 2012 lalu, kami mengajukan pembuatan sertifikat, namun tak kunjung terealisasi,” demikian Rosian.(**)

Berita Lainnya

Raih WDP, 91 Pejabat Dirotasi

BENTENG – Sebanyak 91 pejabat di lingkungan Pemkab Bengkulu Tengah (Benteng), terdiri dari 7 pejabat ...

error: Content is protected !!