Senin , 22 April 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Trans Rafflesia Masih Digratiskan

Trans Rafflesia Masih Digratiskan

BENGKULU – Rencana pemberlakukan tarif bus Trans Rafflesia Rp 3 ribu pada Februari ini terkendala payung hukum. Lantaran itulah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu berencana untuk kembali menggratiskan layanan bus Trans Rafflesia hingga revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Retribusi disahkan.

Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Provinsi Bengkulu, Drs. Ir. Hasoloan Sormin, M.Si mengatakan, rencana pengoperasian bus Trans Rafflesia dengan memungut tarif penumpang Rp 3 ribu masih terkendala Perda. Saat ini Raperda perubahan tentang retribusi masih dalam pembahasan bersama DPRD. Sementara Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang tarif penumpang bus Trans Rafflesia tidak bisa dijadikan dasar hukum untuk memungut uang dari masyarakat.

“Belum ada payung hukum untuk memungut uang dari masyarakat. Kalau Februari jadi beroperasi, sementara Perda revisi belum disahkan rencananya masih kita gratiskan. Tapi ini juga tergantung dari pak Gubernur,” ujar Sormin, kemarin (28/1).

Menurutnya, dengan belum adanya payung hukum seperti Perda untuk menarik uang tarif dari masyarakat, dikhawatirkan bisa masuk kategori Pungutan Liar (Pungli) meskipun tarif pelayanan ini nantinya masuk ke kas daerah menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga Dishub mengajukan rencana untuk menggratiskan pelayanan bus Trans Rafflesia hingga revisi Perda Retribusi milik Pemprov disahkan.

“Masyarakat kan sudah menunggu bus ini. Sedangkan kalau mau menunggu Perda rampung, belum tahu selesainya. Pengoperasian disesuaikan dengan anggaran yang ada,” terangnya.

Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H Rohidin Mersyah, MMA menyambut baik usulan Dishub Provinsi Bengkulu untuk menggratiskan bus Trans Rafflesia sembari menunggu revisi Perda Retribusi rampung. Menurut Rohidin, Pemprov melalui Dishub harus mengusahakan pelayanan agar jangan terhenti. Diantara solusinya sembari menunggu Perda disahkan namun pelayanan tetap jalan, bisa saja menggratiskan bus Trans Rafflesia. “Upayakan pelayanan tetap maksimal, kita (Pemprov, red) bukan mencari keuntungan,” kata Rohidin melalui pesan WhatsApp (WA).

Dukungan untuk menggratiskan pelayanan bus Trans Rafflesia sembari menunggu Perda revisi tuntas juga datang dari DPRD Provinsi Bengkulu. Sekretaris Komisi 3, Helmi Paman, S.Sos mendukung rencana Dishub menggratiskan layanan bus Trans Rafflesia hingga ada payung hukum penarikan retribusi tarif. Daripada bus yang sudah siap beroperasi, dikandangkan karena belum ada Perda retribusi.

“Sayang sekali kalau bus-bus yang sudah siap beroperasi hanya terparkir saja. Kita komisi 3 selaku mitra dari Dishub mendukung kalau bus Trans Rafflesia segera dioperasikan,” imbuh Helmi.

Sebagaimana diketahui ada 3 koridor akan dilalui bus Trans Rafflesia, meliputi koridor pertama dengan rute mulai dari Betungan-SMA 11-Simpang Padang Serai-Lapangan Golf-SMA 7-Pasir Putih-Sport Centre-Tugu Pers-Pasar Bengkulu-Pasar Pedati (Benteng). Selanjutnya, koridor kedua dengan rute mulai dari Betungan-Bandara Fatmawati-Kampus IV UMB-RS DKT-Simpang 4 Nakau-SMA 9-Tugu Hiu-Kantor Walikota-kampus Unib-berhenti di Terminal Sungai Hitam. Lalu koridor ketiga ke arah Kabupaten Seluma. Namun untuk awalnya, baru 2 koridor dilalui bus Trans Rafflesia. (key)

Berita Lainnya

Honor Petugas Rumah Ibadah Belum Cair

KOTA MANNA – Pemkab Bengkulu Selatan (BS) melalui Bagian Kesra sudah melakukan penganggaran senilai Rp ...

error: Content is protected !!