Minggu , 25 Agustus 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Baitul Hikmah Jadi Favorit

Baitul Hikmah Jadi Favorit

BELUM SELESAI: Pembangunan Masjid Agung Kepahiang saat ini belum selesai kendati sudah 2 tahun dikerjakan.

KEPAHIANG – Kendati saat ini pekerjaan pembangunan Masjid Agung Kepahiang masih berjalan, namun polling pemberian nama Masjid Agung tersebut sudah hampir mencapai 60 persen dari total jumlah 1.500 polling dari setiap instansi vertikal, OPD, kecamatan, lurah, desa, serta organisasi masyarakat di Kabupaten Kepahiang.

Menurut Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesra) Setdakab Kepahiang, Drs. Idris, hingga kemarin (29/1) jumlah polling yang masuk sebanyak 809 polling dari 1.500 polling. Jumlah tersebut terdiri dari usulan nama Baitul Hikmah sebanyak 446 usulan, Darul Fallah sebanyak 274 usulan, Baitul Ilmi sebanyak 78 usulan, dan 11 sisanya memilih abstain.

“Ya hanya 3 nama yang kita sodorkan untuk dipilih sebagai nama Masjid Agung Kepahiang ini nantinya. Dari jumlah usulan polling yang kita sampaikan, masih ada 691 polling yang belum disampaikan kepada kita,” jelas Idris.

Pemkab Kepahiang masih membuka ruang bagi 691 polling yang belum disampaikan. Kendati tidak dibatasi waktu, namun Pemkab berharap usulan polling tersebut bisa segera disampaikan kepada Bagian Kesra. “Memang tidak ada batas waktu, namun kita tetap menunggu dan berharap bisa secepatnya mengumpulkan seluruh usulan polling tersebut. Sehingga bisa segera kita ketahui apa nama yang layak untuk Masjid Agung Kepahiang sesuai dengan usulan masyarakat,” jelas Idris.

Di sisi lain, saat ini pembangunan Masjid Agung terus menjadi sorotan. Bahkan anggota DPRD Kepahiang meminta Pemkab bisa mempercepat proses lelang pembangunan. Hal ini diungkapkan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD  Kepahiang, H. Zainal, S.Sos, M.Si.

Menurut Zainal, pada dasarnya DPRD Kepahiang sangat mendukung harapan Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM agar pembangunan Masjid Agung bisa selesai di akhir tahun ini. Namun mengingat proses lelang dan anggaran yang dialokasikan cukup besar yakni Rp 10 miliar, ia khawatir pembangunan akan terkendala seperti tahun 2018 lalu.

“Tahun 2018 lalu pagu anggaran untuk pembangunannya hanya Rp 5 miliar untuk tahap II, namun pekerjaan tidak selesai seperti yang diharapkan. Apalagi tahun ini yang pagunya lebih tinggi. Untuk itu kita berharap Bupati bisa menginstruksikan OPD terkait agar bisa segera melakukan lelang, guna mengejar pembangunan,” ungkapnya.

Dengan dibukanya lelang di awal tahun, Zainal berharap pekerjaan pembangunan Masjid Agung tersebut tidak terkesan terburu-buru nantinya, sehingga bisa mencapai target yang diharapkan bupati bisa tercapai maksimal.(sly)

Berita Lainnya

Pelantikan Dewan Baru Kepahiang Diwarnai Insiden Mati Lampu

KEPAHIANG – Rapat Paripurna Istimewa Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang Periode 2019-2024 digelar Sabtu (23/8) ...

error: Content is protected !!