Rabu , 26 Juni 2019
Home / Metropolis / Belum Siap Tampung Pesawat Besar

Belum Siap Tampung Pesawat Besar

BANGUN: Saat ini pembangunan terminal bandara tengah dikebut. Terlihat juga pesawat bersiap tinggal landas setelah memacu di runway.

BENGKULU – Pembangunan Bandara Fatmawati Soekarno menggeliat. Saat ini tengah dilangsungkan pekerjaan perluasan terminal tunggu penumpang berstandar nasional. Terminal tunggu akan semakin luas. Namun, walaupun dilakukan pembangunan besar-besaran terhadap bandara itu, bandara belum bisa ditingkatkan statusnya menjadi bandara embarkasi untuk angkutan jemaah haji langsung ke Mekkah atau Jeddah.

Lantaran saat ini landasan pacu atau runway belum bisa menampung pesawat berukuran besar untuk take off maupun landing. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Ir. Budi Djatmiko, MM mengatakan untuk pesawat berkapasitas besar, butuh panjang landasan 2.800 meter untuk mendarat ataupun proses lepas landas. Sedangkan bandara Fatmawati Soekarno saat ini baru memiliki landasan pacu 2.250 meter. “Jadi kita belum bisa untuk menampung pesawat-pesawat dengan kapasitas besar,” terangnya.

Sehingga untuk tahun 2019 maupun 2020 nanti Bandara Fatmawati Soekarno masih menjadi bandara embarkasi antara. Dalam artian tidak bisa menerbangkan langsung jemaah haji ke Mekkah namun menerbangkan jemaah haji ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) untuk transit penerbangan ke Mekkah ataupun Jeddah. “Karena landasan pacu yang belum siap,” terangnya.

Dia menjelaskan, target nasional sesuai dengan master plant pembangunan bandara, perpanjangan landasan pacu tersebut akan dilakukan secara bertahap. Akan dipanjang menjadi 2.500 meter, kemudian menjadi 2.800 meter. Target perpanjangan landasan pacu itu sampai tahun 2023. “Secara bertahap,” katanya.

Saat ini dilakukan pembangunan terminal. Pembangunan terminal ini akan menambah daya tampung penumpang. Dengan dikelolanya Bandara Fatmawati Soekarno ini oleh PT Angkasa Pura dalam waktu dekat ini, maka diharapkan perusahaan tersebut berkomitmen dalam memajukan sektor penerbangan di Bengkulu. “Mereka harus bisa menjamin pergerakan pesawat bisa bertambah,” ujarnya.

Target awal, terminal itu akan mulai beroperasi di tahun 2020 nanti. Saat ini pekerjaan berjalan sesuai dengan progres. Hanya saja terjadi keterlambatan di awal karena sesuatu hal. Saat ini tidak ada lagi ditemukan kendala, sehingga bisa selesai sesuai jadwal. “Itu bukan multi years tetapi memang bertahap pembangunannya,” terangnya.

Proses peralihan ke PT Angkasa Pura saat ini masih berlangsung. Saat ini masih dalam proses pencatatan aset. Kerja sama pemanfaatan masih proses berjalan, dan masalahnya saat ini ada di antara Kementerian Keuangan dengan PT Angkasa Pura. Sebab status Bandara Fatmawati Soekarno saat ini adalah Badan Layanan Umum (BLU). Untuk u proses dari Kementerian Perhubungan dengan PT Angkasa Pura sendiri dinyatakan sudah selesai.

“Tinggal dengan Kementerian Keuangan. Harapannya dalam waktu dekat ini bisa dikelola oleh Angkasa Pura dari satu sampai tiga bulan ini,” terangnya.

Sementara itu Gubernur Bengkulu, Dr. drh. Rohidin Mersyah, MMA mengatakan mengupayakan supaya bandara ini bisa launching oleh Presiden RI saat berkunjung ke Bengkulu Februari nanti. Saat ini selain pembangunan fisik, mereka tengah mengupayakan penambahan jalur penerbangan domestik dan juga mancanegara. Untuk mancanegara akan diupayakan penambahan jalur ke Singapura dan juga ke Malaysia. Sebab ternyata banyak warga Bengkulu yang berdomisili di dua negara itu.

Sehingga penerbangan ke sana bisa membantu mereka yang kerap berkunjung ke negara-negara itu. “Kita upayakan untuk penambahan jalur penerbangan domestik dan juga mancanegara,” tutupnya.(del)

Berita Lainnya

Rohidin: Pemimpin Itu Harus Menginspirasi

BENGKULU – Sebanyak 40 pejabat eselon IV dari 29 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan ...

error: Content is protected !!