Minggu , 18 Agustus 2019
Home / Daerah / Lebong / Diduga, Kejar Progres Uang Muka

Diduga, Kejar Progres Uang Muka

PELABAI – Masih dikerjakannya proyek Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) senilai Rp 1,15 miliar oleh CV. Najwa Konstruksi diduga ingin mengejar progres kemajuan fisik bangunan. Soalnya pihak rekanan telah mencairkan uang muka proyek tahun anggaran 2018 itu Rp 345 juta atau 30 persen dari nilai kontrak di awal pelaksanaan proyek.

Sementara itu, sesuai penghitungan pekerjaan dan stok opname yang dilakukan Bidang Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRhub) Kabupaten Lebong, progres fisik hingga kontrak berakhir Desember 2018 baru sebatas 37,45 persen. Itupun masih memungkinkan terjadi kelebihan bayar karena PUPRHUb akan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna melakukan audit.

‘’Kami akan minta BPK menghitung nilai yang harus kami bayarkan sesuai dari hasil penghitungan fisik yang telah dikerjakan pihak rekanan hingga kontrak berakhir. Kami tegaskan untuk item fisik yang dikerjakan setelah dilakukan pemutusan kontrak, tidak akan kami hitung,’’ tegas Kabid Perhubungan, Dinas PUPRHub Kabupaten Lebong, Ummi Haidar Rambe, ST, M.Si.

Lebih lanjut disampaikannya, CV. Najwa Konstruksi selaku kontraktor pelaksana proyek akan diusulkannya masuk daftar hitam (blacklist) perusahaan. Dasar hukumnya, Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Sanksi Daftar Hitam Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dimana pekerjaan KTL hingga kontrak berakhir belum mencapai 50 persen.

‘’Kami sudah melakukan klaim atas jaminan asuransi proyek tersebut ke Perum Jamkrindo (Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia, red). Artinya tidak ada lagi kelanjutan pekerjaan item fisik bangunan karena kontraknya sudah diputus,’’ tutup Ummi.(sca)

Berita Lainnya

75 PNS Terima Satyalancana

PELABAI – Dalam peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-74 yang digelar Pemkab ...

error: Content is protected !!