Rabu , 21 Agustus 2019
Home / Breaking News / OJK Cabut Izin Bank Safir

OJK Cabut Izin Bank Safir

CABUT IZIN : Kepala OJK Regional 7 Palembang Panca Hadi Suyatmo saat menggelar jumpa pers terkait pencabutan izin operasional Bank Safir. (foto : ikhsan/rb).

BENGKULU–  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Safir Bengkulu. Pencabutan didasari dengan keputusan Anggota Dewan Komisioner (KADK) Nomor KEP 15/D.03/2019 tentang pencabutan izin usahanya terhitung mulai 30 Januari 2019. Kepala OJK Regional 7 Palembang Panca Hadi Suyatmo mengatakan kronologi pencabutan dimulai 7 September 2018. Bank Safir ditetapkan dalam pengawasan khusus karena rasio kewajiban modal minimum (KPMM) yang kurang dari 4 persen.  Status itu dikeluarkan agar pengurus/pemegang saham melakukan upaya penyehatan. Penyebab status ini lantaran kelemahan pengelolaan oleh managemen BPRS yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam pemenuhan asas perbankan yang sehat.

“Sampai batas waktu yang ditentukan, upaya penyehatan yang dilakukan pemegang saham, untuk keluar dari status itu yang harus memiliki rasio KPMM paling kurang sebesar 8 persen tidak terealisasi. Melihat kondisi keuangan BPRS Safir kian memburuk serta merujuk pasal 38 POJK maka OJK mencabut izin usahanya,” kata Panca Hadi Suyatmo.

Ia meminta nasabah BPRS Safir yang jumlahnya kisaran 46 ribu tetap tenang. Sebab proses pengembalian dana nasabah sudah ditangani Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dalam 90 hari masa kerja akan mulai membayarkan dana-dana nasabah yang ada tersimpan di bank itu. ‘’Kita bekerjasama dengan BRI, silahkan nasabah datang ke sana yang terdekat sambil membawa bukti diri termasuk buku tabungannya dan jika proses verfikasinya beres maka uangnya langsung dibayarkan, ‘’jelasnya.  (iks)

Berita Lainnya

Resmi Dilantik, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diminta Bersinergi dan Kerja Profesional

BENGKULU–  Pasca Pemilu Presiden RI dan Legislatif, termasuk Pemilihan Legislatif DPRD Kota Bengkulu 17 April ...

error: Content is protected !!