Rabu , 22 Mei 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Evaluasi Kinerja PDAM

Evaluasi Kinerja PDAM

KEPAHIANG – Polemik berkepanjangan yang terjadi di tubuh PDAM Tirta Alami Kepahiang, akhirnya mendapatkan respon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang. Bahkan Pemkab Kepahiang mewarning pihak PDAM Tirta Alami Kepahiang agar bisa segera menyelesaikan persoalan yang terjadi, salah satunya terkait dengan mendeknya gaji karyawan selama 7 bulan.

Diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepahiang, Zamzami Zubir, SE, MM, bahwa PDAM Tirta Alami Kepahiang dan jajarannya harus bisa mendapatkan solusi atas persoalan karyawan ini. Kalau memang jumlah karyawan sudah over di luar kemampuan keuangan lembaga, Sekda bahkan meminta manajemen PDAM untuk segera melakukan perampingan jumlah karyawan.

“Kita akan pelajari lebih lanjut duduk persoalan yang terjadi di tubuh PDAM, khususnya terkait pembayaran gaji karyawan. Kalau memang katanya over karyawan, kenapa tidak diberhentikan para karyawan yang tidak produktif. Namun sebelum itu, tentunya perlu ada mapping masalah yang jelas atas persoalan ini,” jelas Zamzami, kemarin (30/1).

Terkait kendala kemampuan keuangan lembaga yang dialami PDAM belakangan ini. Zamzami mengatakan Pemkab Kepahiang bisa saja menggelontorkan anggaran melalui APBD untuk penyertaan modal. Namun sebelum itu tentunya harus ada analisa yang jelas dari program kerja PDAM Tirta Kepahiang itu sendiri.

“Ya bisa saja kita berikan penyertaan modal melalui APBD tahun mendatang. Namun kan tidak serta merta seperti itu, kita terlebih dahulu harus membahasnya bersama DPRD Kepahiang, khususnya mengevaluasi kinerja PDAM selama ini,” bebernya.

Sebelumnya, Dirut PDAM Tirta Alami Kepahiang, Sudarmin, SH, MH mengungkapkan, persoalan yang terjadi di PDAM ini ibarat penyakit kronis yang sudah bertahun-tahun menggerogoti tubuh manajemen PDAM. Sehingga perusahaan milik daerah tersebut selalu memiliki permasalahan meskipun telah berganti pimpinan.

Pertama, persoalan anggaran PDAM Tirta Alami tidak pasti akibat pemasukan juah lebih kecil dari pengeluaran yang mesti ditanggung PDAM setiap bulannya. Dana masuk setiap bulan dari pembayaran rekening PAM pelanggan hanya kisaran Rp 60 juta sampai Rp 80 jutaan, sementara biaya pengeluaran seperti pembayaran gaji karyawan dan operasional lainnya dalam sebulan mencapai Rp 130 juta.

Kemudian etos kerja karyawan sangat buruk sehingga manajemen terkuras untuk memperbaiki semangat kinerja karyawan. Bahkan, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan pemangkasan pekerja dengan alasan kemanusian, hingga dalam setahun lebih kepemimpinan Sudarmin tidak bisa melakukan pencopotan atau pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan-karyawati meskipun kinerja rendah.

Serta adanya 19 karyawan tambahan masuk dengan kondisi tidak jelas karena anggaran PDAM tidak mampu untuk membayar gaji karyawan baru tersebut. Bahkan Dirut PDAM Tirta Alami mengakui belum mengetahui bagaimana nasib para karyawan tersebut ke depannya. (sly)

Berita Lainnya

Kadis Pertanian Klaim Proyek PL Sesuai Ketentuan

KEPAHIANG – Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kepahiang, Hernawan, SPKP mengklaim bahwa program Pembuatan Jalan ...

error: Content is protected !!