Sabtu , 23 Februari 2019
Home / Metropolis / Gaji Guru Honorer Jauh dari Layak

Gaji Guru Honorer Jauh dari Layak

BENGKULU – Gaji guru honorer, terutama guru honorer yang diangkat dengan SK kepala sekolah (kepsek) sangat memprihatinkan. Jika dibandingkan dengan standar hidup layak sangat jauh. Ada guru yang digaji hanya Rp 300-750 ribu perbulannya. Mirisnya ada 3.000 guru SMA/SMK yang saat ini bertahan hidup dengan penghasilan yang tidak layak itu.

Walaupun mereka sudah menunaikan tugasnya mencerdaskan anak bangsa. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Parial mengatakan memang persoalan ini dilema. Sebab jika mau dibebankan seluruhnya ke APBD Provinsi untuk menggaji sesuai standar hidup layak tentu tidak memungkinkan. Dengan beban APBD yang saat ini sudah tinggi, tentu sulit merealisasikannya.

“Guru honor SK kepala sekolah ini gajinya dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) memang kalau dari standar hidup layak gaji mereka sangat tidak cukup. Tapi permasalahan ini tidak mungkin semua dilempar di APBD,” terangnya.

Untuk solusi guru honorer SK kepsek ini, akan didiskusikan terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Apalagi terkait dengan kemampuan sekolah sangat minim untuk menggaji mereka. Salah satu solusi mendorong supaya guru SK kepsek ni diseleksi untuk diangkat menjadi guru honorer daerah. Ketika diangkat menjadi guru honorer daerah maka gaji mereka akan distandarkan dengan upah minimum provinsi (UMP).

“Kita diskusikan dengan Dinas Pendidikan apakah mereka sudah mendata guru honorer ini sesuai dengan kebutuhan. Data sesuai dengan kemampuan,” katanya.

Dia mengatakan masalah guru honorer ini sudah pernah dibahas, secara perlahan diangkat menjadi honorer daerah. Ini didata ulang ada brapa orang yang diangkat menjadi honorer daerah. Jika sudah diangkat hajinya sesuaikan dengan UMP. “Dinas pendidikan provinsi cari solusi seperti apa. Ketika itu berkaitan budget atau anggaran untuk menggaji kita diskusikan di lembaga sesuai kemampuan daerah,” terangnya.

Guru yang memegang SK kepsek bisa mengurusi sertifikasi tenaga pendidik. Ketika lulus uji kompetisi guru mereka akan mendapatkan sertifikat kompeten dan berhak menerima tunjangan sertifikasi. Ini akan meningkatkan pendapatan mereka. “Kita paham itu,” ujarnya.

Dilain sisi Parial mendesak supaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu segera untuk melakukan evaluasi pelantikan kepsek sebagaimana hasil hearing beberapa waktu lalu. Jika tidak juga dilakukan evaluasi makan lintas komisi di DPRD akan kembali memanggil eksekutif untuk hearing kembali.

“Selekasnya kita akan agendakan lagi, kita bicarakan dulu di tingkat komisi,” katanya.

Evaluasi pelantikan kepala sekolah ini perlu. Sebab ada beberapa kepsek yang dinilai belum cukup syarat menjadi kepala sekolah. Kemudian ada administrasi yang diduga telah dilanggar. Atau tidak sesuai dengan Permendikbud nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru Menjadi Kepala Sekolah. “Akan kita panggil lagi,” ujarnya.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Sri Rejeki juga menuntut Pemda Provinsi segera melakukan evaluasi sesuai dengan pertemuan beberapa waktu lalu. “Kami ingatkan supaya lekas ditindaklanjuti,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Budiman Ismaun mengatakan kalau saat ini kepsek yang dilantik sudah melaksanakan tugas. Yakni  memanajerial sekolah dan mempersiapkan ujian nasional. “Ya mereka sudah bekerja,” katanya.

Terkait 60 kepala sekolah yang belum memiliki SK cakep informasinya ditarik kembali ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dia menampik informasi tersebut. “Ya ditarik mengapa,” katanya.(del)

Berita Lainnya

Minim Tempat Penampungan Sampah

BENGKULU – Penumpukan sampah liar di Kota Bengkulu sangat sulit diatasi. Beberapa median jalan, terlihat ...