Rabu , 26 Juni 2019
Home / Olahraga / 7 FIORENTINA VS AS ROMA 1 EDF Menghitung Hari

7 FIORENTINA VS AS ROMA 1 EDF Menghitung Hari

Eusebio Di Francesco

FRANCHI – Skor 1-7 adalah kekalahan mencolok. Namun AS Roma seolah “hobi” mengoleksinya. Buktinya, sepanjang sejarah klub, Giallorossi sudah enam kali merasakan kekalahan dengan skor tersebut.
Terbaru, tim polesan Eusebio Di Francesco (EDF) itu dihajar dengan skor serupa oleh Fiorentina pada perempat final Coppa Italia kemarin. Sebelum ini, lima kesempatan lainnya adalah melawan Bayern Muenchen pada fase grup Liga Champions 2014-2015, leg kedua perempat final Liga Champions 2006-2007 kontra Manchester United, melawan Torino pada Serie A 1947-1948, dan terakhir kalah oleh Juventus pada Serie A 1931-1932.
”Mungkin ini momen paling menyakitkan sepanjang karirku. Aku tidak pernah melihat kekalahan seperti ini,” ucap direktur olahraga Roma Monchi kepada Roma TV seusai laga.
Kekalahan memalukan tersebut langsung membuat kursi Di Francesco kian panas. Sebab, itu adalah kekalahan kesepuluh Giallorossi musim ini. Dan, dia terlihat sudah tidak bisa menangani ruang ganti. Hal itu diperparah dengan ketegangan yang terjadi antara Edin Dzeko dan Bryan Cristante.
Dzeko bahkan dikartu merah pada menit ke-71. Bahkan eks striker Manchester City tersebut bisa mendapat sanksi tambahan karena terpantau kamera televisi meludah ke arah wasit Gianluca Manganiello sesaat sebelum diusir.
Dua nama diklaim media-media Italia jadi calon kuat suksesor EDF. Mereka adalah Paulo Sousa dan Antonio Conte. Hanya, tadi malam Conte mengaku tidak ada tawaran dari tim Italia. Jadi, calon terkuat adalah Sousa.
Sangat mungkin eks pelatih Fiorentina itu memimpin Daniele De Rossi dkk ketika Roma menjamu AC Milan pada giornata ke-22 Serie A (4/2). ”Saya ingin melakukan evaluasi dengan kepala dingin. Dan, saya tidak akan mengundurkan diri. Itu tidak pernah ada dalam pikiran saya,” kata EDF seperti dilansir Football Italia.
Pada laga yang dihelat di Stadio Artemio Franchi tersebut, Chiesa junior dan Simeone junior jadi bintang dengan menyumbang lima gol. Bahkan, Federico Chiesa mencetak hat-trick. itulah tiga gol pertamanya dalam satu laga.
Performa anak eks striker timnas Italia Enrico Chiesa itu menegaskan bahwa dia salah satu talenta muda potensial Italia. 3 golnya kemarin membuat koleksi gol musim ini jadi 10. Terus meningkat sejak promosi ke tim utama pada 2016-2017 dengan 4 gol dan 6 gol di musim lalu. Performanya yang terus menanjak membuat harganya kini ditaksir meningkat 100 persen menjadi EUR 100 juta (Rp 1,6 triliun) berdasarkan market value dari Transfermarkt yang ada di angka EUR 50 juta (Rp 802 miliar).
”Aku tidak pernah menyangka malam seperti ini terjadi. Sangat bangga bisa mengenakan jersey ini dan tiga gol tadi (kemarin, Red) untuk semua orang terdekatku,” ucap pemain 21 tahun tersebut kepada Rai Sport.(io)

Berita Lainnya

Gubernur Lepas 5 Petarung MMA

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA, melepas secara resmi lima petarung amatir ...

error: Content is protected !!