Minggu , 26 Mei 2019
Home / Metropolis / Hikmah Salat Berjamah

Hikmah Salat Berjamah

Oleh: Ust.Maryono,S.Pd.I

BENGKULU – Suatu hari ada seorang sahabat nabi Muhamamad SAW yang bernama Abdullah bin Ummi maktum, ia adalah sahabat yang secara fisik mengalami kebutaan. Kedatangannya kepada Rasulullah bermaksud untuk meminta keringanan agar diperkenankan salat lima waktunya di rumah saja, tidak ke masjid.

Namun jawaban yang diterimanya justru mengokohkannya untuk tetap mendatangi salat berjamaah di masjid walaupun dengan keterbatasannya karena buta. Rasulullah tidak mengizinkan Abdullah untuk salat di rumah. Sepintas kita merasa betapa kerasnya aturan yang Rasul berikan, kepada seorang buta sekalipun. Namun mari kita pahami bersama mengapa Rasulullah tetap menginginkan Abdullah salat di masjid.

Pertama: Langkah ke masjid menggugurkan dosa. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah memberikan penawaran besar kepada kita dengan megatakan “Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu pergi ke masjid untuk menunaikan salat yang telah Allah wajibkan kepadanya, maka setiap langkahnya menghapuskan dosa dan langkah satunya meninggikan derajatnya,”. (HR Muslim)

Kedua: Mendapatkan terbuka pintu rahmat Allah. Ada satu ajaran yang Rasul sampaikan kepada kita, yaitu setiap akan masuk masjid hendaknya kita dalam kondisi suci, mendahulukan kaki kanan ketika memasuki pintu masjid dan membaca doa Allahummaftahlii abwabaa rahmatik, yang artinya ya Allah bukakanlah untukku  pintu – pintu rahmma-Mu. Dalam do’a tersebut menggunakan kata abwabaa yang merupakan bentuk jamak dari baabun yang berarti pintu, Artinya ketika kita masuk masjid maka Allah telah menyiapkan banyak pintu Rahmat yang akan memberikan banyak manfaat untuk kita.

Jadi, ketika ada orang yang sangat rajin berjamah ke masjid atau sering hadir kajian agama di masjid bukan berarti dia orang yang pengangguran, atau orang yang mempunyai kelapangan waktu, bukan? Tapi orang yang sering ke masjid, berlama lama ketika di masjid adalah orang orang yang secara sadar diri mengakui banyaknya dosa yang ada dalam dirinya. Sehingga ia ingin selalu dalam doa malaikat untuk diampuni dosa-dosanya serta ia ingin semakin memperbanyak langkahnya ke masjid, karena ia tahu bahwa kaki yang digunajan melangkah ke masjid adalah kaki yang akan menggugurkan dosa- dosanya. (iks)

Berita Lainnya

Status Pantai Panjang jadi Catatan BPK RI

BENGKULU- Status peralihan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) serta aset kawasan wisata Pantai Panjang yang dilakukan ...

error: Content is protected !!