Kamis , 21 Februari 2019
Home / Daerah / Seluma / Nido Tebeli Bendera, OPD Dibantu Kajari

Nido Tebeli Bendera, OPD Dibantu Kajari

BANTUAN: Kajari Seluma, M.Ali Akbar, SH, MH menyerahkan bendera merah putih kepada OPD yang dinilai bendera merah putihnya sudah usang, kemarin (31/1)

SELUMA – Lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma dan dua instansi vertikal Seluma sempat dibuat cemas saat didatangi secara mendadak  oleh Kajari M. Ali Akbar, SH, MH, beserta rombongan kemarin (31/1). Secara bergiliran lima OPD itu didatangi Kajari, hanya untuk menyerahkan bendara merah putih.

Ini sebagai sindiran halus Kajari kepada OPD yang terkesan nido tebeli (tak mampu membeli, red) bendera merah putih. Buktinya bendera merah putih yang berkibar di depan kantor OPD dimaksud, warnannya sudah usang dimakan usia.

Kelima OPD yang didatangi Kajari, Dinas Dukcapil, Dinas PMD, Dinas Perkim, PUPR, DPMPTSP dan Kantor BPS perwakilan Seluma serta BKSDA Seksi wilayah 2 Seluma. ‘’Kedatangan kita hanya ingin mengecek bendera merah putih yang terpasang. Karena saya lihat, bendera kita ini sudah tidak layak lagi untuk dipakai,’’ ujar M. Ali saat berada di Dinas PMPTSP.

Dijelaskan M. Ali, berdasarkan Pasal 30 ayat (3) huruf a Undang Undang RI Nomor 16 tahun 2004 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia, bahwa dalam bidang ketertiban dan ketentraman umum, Kejaksaan turut menyelengarakan kegiatan peningkatan kesadaran hukum masyarakat.

‘’Wewenang Kejaksaan yang dimaksud dengan pasal tersebut adalah bersifat preventif atau edukatif yang kegiatannya mencakup membantu dan bekerja sama dengan senantiasa berkoordinasi dengan instansi ataupun OPD,’’ jelas M. Ali.

Lanjutnya, Pasal 24 huruf c Undang Undang RI Nomor 24 tahun 2009 tentang Bahasa, Bendera dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, menyebutkan

setiap orang dilarang mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut atau kusam. ‘’Oleh karena itu hari ini (kemarin,red) kita datang ke OPD dan instansi yang bendera merah putihnya sudah tak layak lagi,’’ kata M. Ali.

Dijelaskannya, apa yang dilakukan Kejari Seluma merupakan edukasi bagi seluruh aparatur dan masyarakat umum. Dalam pemasangan bendera  merah putih ada aturannya, bukan hanya asal pasang saja. ‘’Pelanggaran dalam pemasangan bendera ini bisa dipidana dengan ancaman satu tahun penjara dan denda Rp 100 juta,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMPTSP Seluma, Drs. Mahwan Jayadi mengatakan sangat berterima kasih kepada Kajari Seluma atas edukasi yang telah dilakukan. Ke depan pihaknya akan selalu memperhatikan kondisi dan tatacara pemasangan bendera di kantor. ‘’Kami akui ini kelalaian kami, jadi ini akan menjadi perhatian kami ke depan,’’ ujar Mahwan.(aba)

Berita Lainnya

186 Pejabat Duduki Jabatan Baru

SELUMA – Bupati Seluma, H. Bundra Jaya, SH, MH melantik 186 pejabat struktural dan fungsional, ...

error: Content is protected !!