Rabu , 22 Mei 2019
Home / Berita utama / Pembunuh Janda dan Dua Putrinya, Cabuli Korban Setelah Jadi Mayat

Pembunuh Janda dan Dua Putrinya, Cabuli Korban Setelah Jadi Mayat

SADIS: Tersangka Zamhari Muslim alias Ari (35) memperagakan berbagai adegan saat aksi sadisnya membunuh Hasnatul Laili (35) bersama dua orang putrinya Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10) dalam rekonstruksi. (foto : wanda/rb)

CURUP – Penyidik Satreskrim Polres Rejang Lebong, Kamis (31/1)  menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan terhadap Hasnatul Laili (35) bersama dua orang putrinya Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10) warga Simpang Suban Air Panas Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur pada Sabtu (12/1) lalu. Untuk pelaku langsung diperankan tersangka Zamhari Muslim alias Ari (35) yang tidak lain adalah mantan suami ketiga korban yang tinggal satu kelurahan dengan korban.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.IK melalui Kabag OPS AKP Arieyansah, SH didampingi Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, S.IK yang memimpin jalannya rekonstruksi menjelaskan, ada kesesuaian antara keterangan saksi, keterangan tersangka dan barang bukti yang sudah didapatkan sebelumnya dengan rekonstruksi yang diperagakan tersangka. Bahkan ini semakin membuat terang kronologis kejadian kasus pembunuhan tersebut.

‘’Rekonstruksi ini memang untuk memperjelas lagi agar bisa terang benderang sebuah tindak pidana yang sudah dilakukan tersangka. Kalau soal kemungkinan penambahan pasal terkait status dua korban yang masih dibawah umur, itu tinggal nanti koordinasi penyidik dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum, red) Kejari Rejang Lebong nantinya. Tapi yang jelas rekonstruksi yang sudah kita laksanakan hari ini membuat semakin terang benderang tindak pidana yang dilakukan tersangka,’’ ucap Arie.

Kegiatan rekonstruksi yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB ini dikawal ketat personil Polres RL dan Polsek jajaran sejumlah 100 orang personel ditambah satu regu pasukan Brimob Curup Polda Bengkulu. Selain itu, lokasi kejadian atau rumah korban juga sudah dipasangi police line setengah badan jalan di depan rumah korban sejak pagi hari sebelum rekonstruksi dimulai.

Rekonstruksi yang digelar dalam 45 adegan tersebut, terlihat sangat jelas berbagai fakta mengerikan yang dilakukan tersangka Zamhari alias Ari. Dimana tersangka membunuh dengan sadis ketiga korban memukul kepala menggunakan kayu, menusuk menggunakan pisau dan menjerat leher ketiganya dengan kabel untuk memastikan bahwa ketiganya benar-benar sudah meninggal dunia. Bahkan dalam kondisi ketiganya sudah tidak bernyawa, tersangka sempat melakukan aksi pencabulan terhadap korban Melan Miranda.

Adegan rekonstruksi dimulai saat pelaku berjalan kaki dari arah bawah (curup menuju arah linggau, red) dan menyusup merusak gembok pintu bagian samping belakang rumah korban sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Setelah berhasil membuka pintu samping belakang atau dapur, pelaku langsung masuk ke dalam rumah dan mengambil kayu balok yang sudah disiapkan pelaku sejak satu bulan sebelum kejadian di lemari dapur.

Sesampai di dalam ruang tamu, pelaku mengintip dari lubang dinding kamar untuk memastikan korban Hasnatul Laili sudah bangun dari tidur atau belum. Karena korban belum bangun, pelaku menunggu dengan memegang kayu balok di kursi ruang tamu dengan memegang kayu. Semua rangkaian kejadian tersebut tergambar dalam adegan ke-1 sampai adegan ke-7.

Tepat pukul 05.00 WIB, akhirnya pelaku mendengar suara pintu kamar korban Laili dibuka dan pelaku langsung berdiri dengan posisi memegang kayu. Selanjutnya korban keluar dengan posisi membelakangi pelaku dengan maksud akan menghidupkan lampu ruang tengah. Saat itulah pelaku langsung memukulkan kayu kekepala korban sebanyak dua kali. Korban langsung berbalik badan dan melihat pelaku serta langsung berusaha merebut kayu dari tangan pelaku.

Korban berhasil merebut kayu dari pelaku dan sempat memukul kepala pelaku sebanyak dua kali. Namun pelaku kembali berhasil merebut kayu dari korban dan kembali memukul kepala korban lebih dari dua kali pukulan hingga mengeluarkan darah. Dalam posisi tersebut korban sempat terduduk dan berdiri kembali sembari berlari ke arah dapur rumah sambil berteriak ‘Mbak Bangun’ dengan maksud membangunkan anaknya Melan Miranda.

Pelaku dengan sigab membekap mulut korban yang sudah menuju kamar belakang dengan posisi mencekik dari belakang sehingga korban yang sudah mengalami luka dibagian kepala. Korban sempat terduduk kembali seperti lemas dan diseret oleh pelaku dengan posisi dibekap mulutnya dari belakang. Rangkaian kejadian ini terangkum dalam adegan 8 hingga adegan 13.

Selanjutnya rangkuman adegan ke-14 hingga adegan ke-22, anak korban Laili yaitu Melan Miranda keluar dari kamar belakang dengan posisi membawa handphone yang sudah dihidupkan mode ramakam video di tangan kiri dan memegang pisau dapur di tangan kanan. Korban Melan berlari menuju pelaku dengan maksud menyerang pelaku menggunakan pisau. Lalu pelaku melepaskan cekikan terhadap korban Laili yang sudah lemas untuk menghadapi serangan korban Melan.

Pelaku langsung mencoba merebut pisau di tangan korban Melan dan akhirnya berhasil dengan posisi korban Melan sudah berdiri memutar dan mendekati meja ruang tamu. Saat pelaku merebut pisau kayu tetap dipegang dan saat itu korban Melan meletakan handphone miliknya di atas meja tersebut. Dengan posisi tersebut pelaku berhasil merebut pisau dan langsung memukul kepala korban melan sebanyak dua kali yang membuat korban Melan pingsan dengan posisi duduk dan wajah tertelungkup di meja.

Disaat bersamaan, rupanya korban Laili masih memiliki tenaga dan berusaha lari masuk ke dalam kamar untuk mengambil handphone miliknya dikasur. Pelaku langsung mengejar dan menjatuhkan kayu yang di pegangnya sembari berusaha merebut handphone yang ada di tangan korban Laili. Korban Laili saat itu kembali melakukan perlawanan dan sempat memukul pelaku beberapa kali di bagian wajahnya.

Namun pelaku yang menang tenaga dari korban berhasil kembali mencekik korban dengan tangan kirinya. Karena korban masih berusaha melawan dengan sisa tenaganya, pelaku akhirnya menusukan pisau yang direbut dari korban Melan ke leher kanan. Kondisi tersebut membuat korban Laili kejang-kejang dan terjatuh saat lepas dari cekikan pelaku. Tidak selesai disitu, pelaku langsung menusuk bagian belakang korban sebanyak dua kali.

Setelah itu, pelaku kembali menghampiri korban Melan yang sudah tidak bergerak lagi. Dengan menggunakan kayu, pelaku memukul kepala korban Melan sebanyak tiga kali dan menusukan pisau ke punggungnya sebanyak dua kali. Saat bersamaan, anak korban Cika keluar dari dalam kamar dan melihat aksi pelaku, langsung berteriak minta tolong dan kembali berlari ke dalam kamarnya sembari berteriak tolong. Lalu pelaku langsung mengejar korban yang masuk ke dalam kamar dengan posisi ketakutan dan menelungkupkan wajahnya ke kasur.

Pelaku yang sepertinya sudah tidak punya perikemanusian lagi, bukannya kasihan malah langsung memukul korban dari belakang dengan kayu sebanyak dua kali dan korban langsung hilang kesadaran. Namun sepertinya pelaku ingin memastikan korban meninggal dengan mengambil kabel laptop diatas meja belajar dan langsung melilitkan ke leher korban dengan maksud mencekiknya. Berbagai aksi sadis tersebut tergambar dalam adegan ke-31.

Adegan selanjutnya, yaitu 32 sampai adegan ke-38, pelaku keluar kamar dan meninggalkan Cika yang diperkirakan sudah tidak bernyawa lagi menuju posisi Melan yang juga sepertinya sudah tidak bernyawa dan memindahkannya ke dalam kamar Laili. Setelah itu, pelaku kembali ke kamar belakang dan mengangkat korban Cika untuk dipindahkan ke dalam kamar Laili.

Setelah meletakan Cika, pelaku kembali ke kamar belakang dan mengambil kabel colokan listrik, lalu membawanya menuju kamar korban Laili. Sesampai di dalam kamar Laili, kebiadaban pelaku terus berlanjut terhadap korban Melan. Pelaku sempat-sempatnya membuka celana Melan dan melakukan pencabulan menggunakan jari. Saat itu korban Melan sudah menjadi mayat. Baru setelah itu menjerat leher korban Melan untuk memastikan korban Melan benar-benar meninggal dunia.

Setelah memastikan seluruh korbannya sudah tidak bernyawa, pelaku masih sempat mengambil barang-barang milik para korban, berupa gelang dan cincin emas di tubuh korban Laili, serta uang Rp 600 ribu berikut tiga unit handphone. Setelah itu pelaku langsung ke luar kamar korban Laili. Adegan ke-39 hingga adegan ke-45 diakhiri dengan aksi pelaku yang mengambil jilbab serta kunci mobil korban dikamar paling depan serta menggunakannya. Selanjutnya pelaku keluar kembali melalui pintu belakang menuju mobil melalui samping rumah dan selanjutnya membawa mobil korban menuju RSUD Curup.

Sementara itu Kajari RL Edi Utama, SH, MH didampingi Kasi Pidum Eriyanto, SH melalui JPU Nurdianti, SH mengungkapkan, secara fakta memang dua korban yang dibunuh masih dibawah umur. Sehingga nantinya JPU akan menamkan pasal yang dijeratkan kepada tersangka terkait status kedua korban. ‘’Kita akan tambahkan pasal 76 C dan Pasal 80 ayat tiga. Kalau ditanya terbilang sadis, ya memang sadis dan bisa dilihat sendiri tadi rekonstruksinya. Namun soal dakwaan dan tuntutan, kita lihat nanti bagaimana proses selanjutnya nanti,’’ ucap Nurdianti.(dtk)

Berita Lainnya

Balon Wagub Bertambah

BENGKULU – Bukannya mengerucut menjadi dua nama, akan tetapi bakal calon (balon) Wakil Gubernur bertambah ...

error: Content is protected !!