Minggu , 26 Mei 2019
Home / Metropolis / Pemkot Sulit Gelar Tes CPNS

Pemkot Sulit Gelar Tes CPNS

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu hampir memastikan tahun 2019 ini tidak akan membuka rekruitmen tes CPNS. Ada dua alasannya. Pertama yakni belanja pegawai masih di atas 50 persen dari total APBD Kota sekitar Rp 1,2 miliar dan kedua sanksi dari Menpan-RB atas keputusan Pemkot membatalkan tes CPNS 2018 lalu.

“Kita (Pemkot, red) nampaknya belum membuka tes CPNS untuk tahun ini, karena belanja pegawai kita masih di atas 50 persen. Juga sesuai dengan surat dari Menpan RB yang pernah kita terima isinya melarang pemkot menerima CPNS tahun 2019,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bengkulu, Drs. Bujang HR, MM.

Dalam surat Menpan-RB tersebut, sambung Bujang, juga memuat bahwa pemkot baru diperbolehkan melaksanakan tes CPNS tahun 2020. Meskipun demikian, bila hasil rapat bersama walikota nantinya terdapat pertimbangan lain sehingga diputuskan bahwa kota perlu melaksanakan tes CPNS tahun ini karena kebutuhan akan pegawai mendesak, maka BKPP tetap akan mengajukan usulan formasi CPNS ke KemenPAN-RB.

“Jumlah PNS kita masih berlebih, tapi ada tenaga tertentu kita kekurangan. Kalau mendesak tetap kita usulkan, tapi sepertinya kita tahun ini belum, lebih memfungsikan PNS yang ada dulu,” beber Bujang.

Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi, SE, MM juga mengaku belum ada pembahasan bersama walikota dan OPD terkait tentang rencana pelaksanaan tes CPNS di lingkungan Pemkot Bengkulu. Nantinya akan dikaji bersama, mulai dari struktur APBD Kota Bengkulu masih memungkinkan atau tidak. Bila anggaran masih memungkinkan maka ada peluang untuk merekrut CPNS. Sebaliknya jika tidak memungkinkan lagi maka akan ditunda kembali.

“Belum dibahas tunggu walikota selaku pejabat pembina kepegawaian. Nanti dibahas bersama BKPP dan BPKD, mendesak atau tidak, masih memungkinkan anggaran kita atau tidak. Kasihan daerah, tidak ada pembangunan kalau dipaksakan,” bebernya.

Menurut Dedy, meskipun Pemkot Bengkulu mendapat sanksi dari Menpan-RB atas pembatalan pelaksanaan tes CPNS tahun lalu, namun itu tidaklah mengurangi kuota untuk Kota Bengkulu. Terlebih alasan pembatalan pelaksanaan tes CPNS lalu itu sudah tepat. Bila tahun lalu tetap dipaksakan digelar, konsekuensinya tidak ada pembangunan.

“Kalau masyarakat mengerti dan paham, dia pasti bisa memahami. Sanksi tidak mengurangi kuota kita,” demikian Dedy. (key)

Berita Lainnya

Status Pantai Panjang jadi Catatan BPK RI

BENGKULU- Status peralihan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) serta aset kawasan wisata Pantai Panjang yang dilakukan ...

error: Content is protected !!