Rabu , 24 April 2019
Home / Metropolis / Satpol PP Batal Razia Karaoke

Satpol PP Batal Razia Karaoke

BENGKULU – Rencana razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu ke karaoke family Kamis (31/1) kemarin batal dilaksanakan. Satpol PP tidak jadi turun, lantaran ada agenda kesibukan lainnya. Sehingga dugaan adanya minuman keras (miras) dan juga wanita pendamping lagu yang mewarnai bisnis karaoke family belum disikapi oleh penegak perda tersebut.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Bengkulu, Martini mengatakan, kemarin mereka ada acara di pertemuan di Polda Bengkulu. Dia mewakili Kepala Satpol PP untuk menghadiri kegiatan itu. Usai dari acara tersebut, usai istirahat siang dia menghubungi Kepala Satpol PP sebagai atasan langsungnya, untuk meminta petunjuk turun melakukan giat razia. Namun saat itu Kepala Satpol PP Kota Bengkulu tengah ada kegiatan lainnya.

“Jadi kalau hari ini (kemarin, red) kita batal dulu turun. Kemungkinan besok (hari ini, red),” kata Martini.

Ditambahkannya, setiap aksi tentu dia harus mengikuti garis komando dari atasannya. Tanpa perintah dari atasan tentu mereka tidak bisa turun dan bergerak melakukan razia. Sebab yang memberikan surat perintah tugas (SPT) untuk razia adalah atasan tertinggi di Satpol PP. “Kami tidak bisa bergerak kalau belum ada komando. Kalau nekat turun juga ya tidak bisa,” katanya.

Dia mengatakan Pemkot Bengkulu tidak menutup mata terhadap lokasi-lokasi terindikasi maksiat. Mereka akan menumpas tempat maksiat. “Kita tidak akan tutup mata dengan itu yakinlah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, SE, MM mengatakan Pemkot akan bertindak tegas pada pelaku usaha yang menyalahi izin usaha. Mereka akan menutup izin usaha karaoke jika ditemukan bukti pelanggaran. Pelanggaran terhadap aturan main yang sudah ditetapkan oleh Pemkot Bengkulu melalui beragam produk peraturan daerah dan lainnya. “Penutupan akan dilakukan ketika ada bukti pelanggaran,” terangnya.

Sejumlah tokoh agama meminta Pemkot untuk tidak pandang bulu terhadap lokasi yang ditenggarai menjual minuman keras dan juga menyediakan wanita malam. Mereka meminta seluruh elemen, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerintah kota dan juga kepolisian dilibatkan dalam memberantas itu mewujudkan Bengkulu Kota Relegius.

Dedy mengatakan terkait dengan ajakan tokoh agama itu, tetap saja penutupan terhadap lokasi karaoke itu jika ada bukti pelanggarannya. “Kalau ada bukti pelanggarannya,” katanya.(del)

Berita Lainnya

Pemprov Kaji Peluang Rekrut CPNS dan PPK

BENGKULU – Pemprov Bengkulu mengkaji kemungkinan untuk merekrut calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 ...

error: Content is protected !!