Minggu , 23 Februari 2020
Home / Daerah / Kaur / Giliran Kepala KPTSP Diperiksa

Giliran Kepala KPTSP Diperiksa

NUMPUK: Barang bukti (BB) batu hias yang berhasil diamankan penyidik Tipiter Polres Kaur.

KOTA BINTUHAN – Setelah menetapkan pemilik dan penjual batu hias tanpa izin sebagai tersangka. Kemarin (1/2) giliran Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) Kaur Alfian, SH, MH yang diperiksa polisi terkait izin yang dikeluarkannya. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini.

Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Welliwanto Malau, S.IK, MH membenarkan telah memeriksa Kepala KPTS Kaur. Pemeriksaan masih sebatas saksi, pasalnya truk pengangkut batu hias yang diamankan membawa surat yang dikeluarkan KPTSP.

“Untuk pengembangan kasus batu hias, beberapa saksi akan kita periksa lagi. Kepala KPTSP Kaur hari ini sudah kita periksa, sebatas saksi. Karena ada izin yang dikeluarkan KPTSP, sementara pengambilan batu hias tersebut tanpa dilengkapi Izin Usaha Pertambangan (IUP),” kata Welliwanto.

Hingga kini polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus penjualan dan penambangan batu hias di Desa Sulauwangi, Kecamatan Tanjung Kemuning. Keduanya adalah Ri (37) warga Bunga Emas Bengkulu Selatan selaku pembeli dan penjual batu hias. Juga rekannya Ju (32) warga Desa Beriang Tinggi, Kecamatan Tanjung Kemuning.

Dalam kasus ini Ju bertugas sebagai pengumpul batu hias, yang dibelinya dari warga yang menambang di tepi pantai. Sementara penambangan yang dilakukan tidak mengantongi IUP yang dikeluarkan dari OPD terkait di Provinsi Bengkulu. Larangan penambangan batu hias terus disosialisasikan Pemkab Kaur sejak awal tahun 2017. Namun tetap ada yang nakal mengumpulkan dan penjualan batu hias tanpa izin.

“Dua tersangka masih kita lengkapi berkasnya dan masih dikembangkan lagi, jadi belum kita limpahkan ke jaksa. Makanya pemeriksaan saksi terus kita lakukan, mungkin pihak pertambangan Provinsi Bengkulu juga akan kita mintai keterangan,” lanjut Welliwanto.

Sementara Alfian hingga kemarin sore belum bisa dimintai keterangan terkait materi pemeriksaanya sebagai saksi dalam kasus ini. Karena saat dihubungi teleponnya tidak diangkat.(cik)

Berita Lainnya

Bupati Kaur dan BPBD Pantau Situasi Rumah 21 Warga Akibat Tanah Bergeser

BINTUHAN–  Sementara itu Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos, M.AP meminta jajarannya terutama BPBD Kaur untuk …