Kamis , 27 Juni 2019
Home / Metropolis / Harga Tiket Pesawat Ikut Picu Inflasi

Harga Tiket Pesawat Ikut Picu Inflasi

RILIS: BPS Provinsi Bengkulu merilis tingkat inflasi dan deflasi di Bengkulu periode Januari 2019, kemarin.

BENGKULU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis, Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,88 persen periode Januari 2019 lalu. Tiket pesawat yang masih mahal, menjadi penyumbang besar andil inflasi sebesar 0, 42 persen.

Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Provinsi Bengkulu, Budi Hardiono, S.Si, ME mengatakan, jika inflasi tiket pesawat dikeluarkan dari total inflasi maka inflasi di Bengkulu hanya sebesar 0,46 persen. Inflasi Januari yang sebesar 0,88 persen dinilai patut mendapat perhatian. “Sebab ini suatu start yang cukup tinggi,” jelasnya di depan peserta rilis.

Jika dibanding inflasi rata-rata nasional yang hanya sebesar 0,32 persen, jelas inflasi Januari di Bengkulu melebihi angka nasional sehingga harus mendapat perhatian yang lebih.

“Dengan inflasi sebesar 0,88 persen pada bulan Januari 2019 ini maka besaran inflasi tahun kalender (Laju inflasi) sebesar 0,88 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 0,24 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, inflasi Kota Bengkulu Januari 2019 terjadi pada enam kelompok pengeluaran dan satu kelompok pengeluaran stabil. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok pengeluaran kesehatan yang mengalami inflasi sebesar 3,90 persen.

Kemudian kelompok pengeluaran transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,95 persen, kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,86 persen. Selanjutnya kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,39 persen, kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,27 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,27 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga yang stabil di 0,00 persen.

Inflasi yang terjadi pada Januari ini kata Budi  terutama disebabkan oleh naiknya tarif angkutan udara, Daging ayam ras, Tarif rumah sakit, Tukang bukan mandor, tomat buah, Daging Sapi, Mie, Beras, Ikan Kape-kape dan Jeruk. “Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi dipengaruhi dengan turunnya harga beberapa komoditas seperti Cabe merah, Bensin, Semangka, Bawang Putih, Minyak goreng, Salak, Udang basah, Apel, Bawang merah dan Kacang Panjang,” paparnya.(iks)

Berita Lainnya

Gelombang Tinggi Hantam Laut Bengkulu

BENGKULU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pulau Baai Bengkulu kembali merilis ...

error: Content is protected !!