Sabtu , 23 Februari 2019
Home / Metropolis / HGN ke 59, Kadis Ajak Aplikasikan Gizi Seimbang

HGN ke 59, Kadis Ajak Aplikasikan Gizi Seimbang

PENYULUHAN: Kepala Dinkes Provinsi, Herwan Antoni bersama murid SDN 5 pada penyuluhan demo isi piringku dan penyuluhan gizi seimbang.

BENGKULU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu menggelar Hari Gizi Nasional (HGN) ke-59  di halaman kantor Dinkes Provinsi Bengkulu, kemarin (1/2) yang puncaknya jatuh pada tanggal 25 Januari 2019 .

Dengan tema Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi. “Kegiatan ini diperingati dengan tujuan mengingatkan kepada kita akan pentingnya gizi dalam keehidupan dan ajakan agar kita semua berperan aktif dalam menanggulangi berbagai permasalahan terkait gizi,” ujar Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, H.Herwan Antoni, SKM, M.Kes, M.Si.

Dikatakannya status gizi balita berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U) tahun 2018 dari sasaran 87.637 balita terdapat 0,6 persen atau 492 balita mengalami gizi buruk. Selanjutnya 4.988 balita kurang gizi, 5.480 balita mengalami kondisi di bawah gizi buruk/gizi kurang. “Status balita gizi buruk berdasarkan (BB/U) tertinggi dari kabupaten Bengkulu Utara yakni 9,5 persen terendah kabupaten Seluma 4,1 persen,” jelas Herwan.

Sementara status gizi balita berdasarkan indeks tinggi BB/U sasaran 87.673. Persentase balita sangat pendek terbanyak adalah Kabupaten Kepahiang sebanyak 13,0 persen dan terendah Kabupaten Kaur 2,6 persen. Untuk balita pendek tertinggi 15,2 persen di Kabupaten Kepahiang dan terendah di Kabupaten Kaur 6,0 persen.

Status gizi berdasarkan indek berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dari sasaran balita 87.167 rinciannya balita kurus tinggi terbanyak dari Kabupaten Bengkulu Utara 4,6 persen dan terendah Kabupaten Bengkulu Selatan 0,1 persen.

“Secara Nasional Provinsi Bengkulu untuk angka gizi buruk sudah turun di bawah 10 persen dibandingkan dari angka nasional. Standar angka stunting itu di katakan rendah apabila persentasenya di bawah 20 persen. Sedangkan hasil riset terakhir 2017 yang diekspose pada tahun 2018 untuk provinsi Bengkulu 37.8 persen.  Sedangkan dari data yang kita peroleh sampai tahun ini adalah  29,2 persen. Artinya di Provinsi Bengkulu selam alima tahun terakhir bisa menurunkan angka stunting dan kita lihat juga untuk seluruh kabupaten juga sudah bisa menurunkan angka stunting,” jelas Herwan.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri yang mewakili Gubernur Bengkulu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi baik kabupaten/kota untuk menuntaskan stanting yang ada di Provinsi Bengkulu. Selain itu juga memperkuat keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi terutama dalam 100 hari kehidupan pertama. “Mari kita tingkatkan komitmen dan mampererat kolaborasi seluruh elemen dalam mencegah stunting,” ajak Hamka.(srv/km)  .

Berita Lainnya

Minim Tempat Penampungan Sampah

BENGKULU – Penumpukan sampah liar di Kota Bengkulu sangat sulit diatasi. Beberapa median jalan, terlihat ...