Sabtu , 20 April 2019
Home / Daerah / Lebong / Nyusul, 2 Kontraktor Jembatan, Diblacklist

Nyusul, 2 Kontraktor Jembatan, Diblacklist

DIPUTUS: Pekerjaan jembatan Air Uram menuju Kantor Camat Uram Jaya senilai Rp 1,8 miliar ini akhirnya diputus juga kontraknya.

PELABAI – Daftar perusahaan yang bakal diblacklist karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan konstruksi di Kabupaten Lebong, terus bertambah. Desember 2018 PT. Bumi Putri Silampari selaku rekanan pelaksana pembangunan Pasar Modern Muara Aman senilai Rp 16,2 miliar dan CV. Najwa Konstruksi selaku kontraktor pelaksana pembangunan Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) senilai Rp 1,15 miliar diputus kontrak karena capaian progres fisiknya tidak sampai 50 persen hingga kalender kerja berakhir.

Kemarin (1/2), Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRHUb) Kabupaten Lebong kembali memutus kontrak pekerjaan 2 jembatan tahun anggaran 2018 yang sempat diperpanjang hingga Kamis (31/1). Yakni pekerjaan jembatan gantung Air Ketahun di Desa Karang Dapo Atas, Kecamatan Bingin Kuning senilai Rp 692 juta oleh PT. Aurora Partner Group. Satunya lagi, pembangunan jembatan Air Uram menuju Kantor Camat Uram Jaya senilai Rp 1,8 miliar oleh CV. Najwa Konstruksi, perusahaan yang juga mengerjakan KTL.

Dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRHub Kabupaten Lebong, Ferdinan Agustian, ST melalui Kabid Bina Marga, Dodi Irawan, ST memastikan akan mengusulkan kedua perusahaan itu masuk daftar hitam (blacklist) perusahaan. Dasarnya, Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Sanksi Daftar Hitam Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. ‘’Kedua perusahaan itu telah kita berikan perpanjangan waktu lima puluh hari, namun hingga tenggat kontrak berakhir fisik tidak juga selesai,’’ kata Dodi.

Diakuinya, masih ada 1 pekerjaan jembatan lainnya yang juga rawan diputus kontrak. Yakni pembangunan jembatan gantung Bio Tenong di Desa Bioa Sengok, Kecamatan Rimbo Pengadang oleh CV. Tuan Rajo Bintang yang perpanjangan kontraknya akan berakhir 10 Februari. Sedangkan pekerjaan 8 jembatan lainnya telah selesai. ‘’Tiga jembatan selesai tepat waktu dan lima jembatan selesai di masa perpanjangan,’’ terang Dodi.

Pantauan RB, kendati sudah diputus kontrak kontraktor pelaksana dari CV. Najwa Konstruksi masih tetap nekat melanjutkan Air Uram menuju Kantor Camat Uram Jaya. Terkait hal ini pihak PUPRHub Kabupaten Lebong tidak akan bertanggungjawab alias tidak akan melakukan pembayaran atas fisik yang masih dikerjakan pascapemutusan kontrak. Diketahui,  seluruh pekerjaan jembatan harusnya selesai Desember 2018 sesuai kontrak awal. (sca)

Berita Lainnya

Dalmuji, Eddy dan Mustarani Bersaing

PELABAI – Kabar soal Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkulu Utara, Mustarani Abidin, SH, M.Si calon ...

error: Content is protected !!