Rabu , 20 Februari 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Untuk Pengadaan Pupuk Diangarkan Rp 323,8 Jt

Untuk Pengadaan Pupuk Diangarkan Rp 323,8 Jt

MUKOMUKO – Tahun ini Pemkab Mukomuko menyediakan dana Rp 323,8 juta, khusus untuk pengadaan berbagai jenis pupuk dan insektisida. Dibagi ke dalam dua paket, terdiri paket Rp 121,1 juta dan paket Rp 41,7 juta serta paket Rp 181 juta.

Untuk paket Rp 121,1 juta, direncanakan untuk pembelian pupuk masing-masing 2 ton yakni Urea, NPK, TSP dan KCL. Lalu Herbisida 100 liter, Pupuk Cair Organik 40 liter, Fungisida 20 liter, Insektisida 22 liter, Bakterisida 20 liter, Rodentisida 21 liter, dan Moluscasida 15 liter.

Kemudian paket Rp 41,7 juta, untuk pengadaan Urea, TSP dan KCL masing-masing sebanyak 250 kilogram. Juga masuk paket pengadaan, Herbisida 150 liter, Pupuk Cair Organik 50 liter, Insektisida 22 liter, dan Pupuk Kandang 150 karung. Terakhir paket 181 juta, kegunaan dana itu khusus untuk pengadaan Insektisida 182 liter dan Fungisida 150 liter.

Meski sudah ada pengadaan dari APBD, kemudian juga dapat kuota pupuk bersubsidi. Namun menurut Dinas Pertanian (Distan) Mukomuko, dengan penambahan luas lahan persawahan sejka 2016. Distan Mukomuko tetap berharap adanya penambahan kuota pupuk subsidi di tahun ini.

Dikhawatirkan jika kuota pupuk subsidi tidak ditambah, maka kebutuhan pupuk untuk petani bakal tidak cukup. “Kalau tidak ditambah, jelas tidak akan cukup. Kekurangan pupuk subsidi ini pernah terjadi di tahun 2018 yang lalu. Ratusan hektar lahan sawah yang ditanami padi tidak kebagian pupuk,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distan Mukomuko, Heri Prastyono, S.STP.

Dijelasnya, tahun ini pemerintah kembali melakukan perluasan lahan persawahan milik masyarakat seluas 200 hektar di Mukomuko. Lahan seluas itu, merupakan penambahan 600 hektar yang sudah selesai dikerjakan di tahun di 2017 dan 2018.

“Kalau kuota pupuk subsidi masih sama jumlahnya di tahun 2018, kami pastikan kelangkaan pupuk akan kembali terjadi tahun ini. Untuk upaya penambahan jumlah pupuk untuk petani, sudah kami sampaikan ke pemerintah berdasarkan RDKK yang disampaikan kelompok ke dinas,” pungkas Heri.(hue)

Berita Lainnya

Perdana Kedatangan Ustadz Wijayanto

MUKOMUKO – Untuk pertama kalinya, masyarakat Kabupaten Mukomuko tumpah ruah menghadiri Tabligh Akbar yang digelar ...

error: Content is protected !!