Minggu , 24 Maret 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Aktifkan Didikan Subuh

Aktifkan Didikan Subuh

KEPAHIANG – Guna meningkatkan penguatan agama sejak dini, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepahiang mulai akan mengaktifkan kembali kegiatan didikan subuh di masjid-masjid di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kepahiang. Selain untuk peningkatan agama anak-anak, kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka program memakmurkan masjid yang tahun ini mulai akan digeber oleh Pemkab Kepahiang.

Menurut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kepahiang, Drs. H. Mulya Hudori, M.Pd kegiatan didikan subuh ini diharapkan bisa menjadi sentra keagamaan dan basis kegiatan sosial dalam kemaslahatan umat, sehingga bisa kebersamaan dalam membangun agama Islam. Bahkan ia berencana akan melakukan kunjungan ke masjid-masjid yang menyelenggarakan didikan subuh bahkan hingga pelosok desa.

“Kita terus melakukan penguatan didikan subuh ini, dalam rangka memakmurkan masjid. Setiap hari minggu saya, dan juga mengintruksikan KUA untuk terjun langsung ke wilayah pedesaan memastikan program didikan subuh ini terselenggara dengan baik, sekaligus memantau kinerja PAI saat membimbing santri didikan subuh,” jelas Mulya.

Ia menjelaskan, didikan subuh adalah sesuatu kegiatan bernuansa keagamaan yang sangat diminati oleh anak-anak didik tingkat TK DAN SD (Pendidikan Dasar). Didikan subuh adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang potensial dalam mendidik anak-anak muslim menjadi muslim yang berkarakter.

“Selain kegiatannya yang menantang bagi anak-anak Pra dan Dasar, dalam kegiatan tersebut juga menampilkan kebolehan mereka tentang praktek dan hafalan tentang doa-doa yang berkaitan dengan ajaran Islam. Mungkin tahun 90-an dulu, kegiatan didikan subuh ini marak dilakukan di tanah air. Kenapa sekarang tidak kembali kita aktifkan?,” jelas Mulya.

Ditambahkan Mulya, walapun acaranya dilaksanakan sesudah salat subuh berjamaah, namun ia meyakini anak-anak akan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. “Untuk itu kita berharap program ini dapat didukung oleh para orang tua untuk bisa memberikan motivasi terhadap anaknya bahwa kegiatan didikan subuh ini akan sangat bermanfaat dimasa yang akan datang kelak,” bebernya.

Mulya juga mengatakan bahwa program tersebut diapresiasi oleh Pemerintah Kabupaten Kepahiang. Menurutnya, kegiatan yang mulia dan penuh berkas ini tentunya sebagai wadah untuk mendidik anak-anak menjadi generasi qurani dan menjadi insan yang selalu bertaqwa untuk bekal masa depan.

“Kegiatan ini sebagai bentuk salah satu kegiatan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak generasi muda untuk memakmurkan masjid,” ujar Mulya.

Program ini diakui Mulya akan menjadi pilot project dari Kantor Kemenag Kabupaten Kepahiang. Ia mengaku telah belajar dari daerah Padang Sumatera Barat yang telah lebih dulu menerapkan program ini. Menurut dia, saat ini umat islam menghadapi berbagai tantangan dari pengaruh globalisasi, yang mampu menggerus nilai-nilai akidah dan akhlak. Seperti pengaruh narkoba dan kenalanan remaja maupun aliran sesat.

“Dengan adanya program ini diharapkan dapat mendorong pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda sehingga dapat meminimalisir pertumbuhan faham radikal dan konsep-konsep yang bertentangan dengan ideologi bangsa,” tutup Mulya. (sly)

Berita Lainnya

Proyek Obat Rp 1,7 Miliar Sistem Pengadaan Langsung

KEPAHIANG – Rencana pengadaan obat senilai Rp 1,7 miliar di Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang menggunakan ...