Minggu , 18 Agustus 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Klaim ‘Abaikan’ Kontraktor Lokal

Klaim ‘Abaikan’ Kontraktor Lokal

KONFIRMASI : Veri Sanjaya salah satu kontraktor asli Rejang Lebong bersama rekannya menemui RB kemarin.

CURUP – Kepemimpinan Bupati Rejang Lebong (RL) Dr. H. Ahmad Hijazi, SH, M.Si dan Wakil Bupati RL H. Iqbal Bastari, S.Pd, MM yang sudah hampir genap 3 tahun, mulai mendapatkan kritikan. Salah satunya dari para pelaku usaha jasa konstruksi. Pemkab RL melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berwenang terkesan ‘mengabaikan’ keberadaan puluhan perusahaan lokal yang berada di beberapa asosiasi di Kabupaten RL.

Ini disampaikan salah satu pengusaha jasa konstruksi Kabupaten RL Veri Sanjaya kemarin yang menemui wartawan RB. ‘’Di Kabupaten Rejang Lebong ini cukup banyak perusahaan jasa konstruksi lokal. Di bawah Gapensi saya ada 80 perusahaan, Gapeksindo 8 perusahaan dan Aspeksindo ada 11 perusahaan. Belum lagi dibawah Gapkaindo yang memiliki beberapa perusahaan,’’ terang Veri yang juga merupakan Dewan Pertimbangan Gapeksindo Kabupaten RL ini.

Dijelaskan mantan Sekretaris Gapensi Kabupaten RL ini, dulu mereka sempat bertemu dan menggelar coffee morning bersama Bupati Hijazi terkait keberadaan perusahaan jasa konstruksi lokal. Mereka dijanjikan akan dimanfaatkan serta mendapat tempat untuk bisa ikut berperan dalam menjalankan pembangunan di Kabupaten RL.

‘’Namun setelah hampir tiga tahun berjalan kepemimpinan Pak Bupati dan wabupnya, hal ini belum kelihatan. Dan dari hitungan kami selama ini hanya lebih kurang 20 persen pengusaha lokal yang diberdayakan untuk turut serta dalam pelaksanaan pembangunan. Sisanya perusahaan dari luar daerah, terutama kegiatan kegiatan fisik yg nilainya di atas Rp 2 miliar atau yang dilaksanakan oleh perusahaan berbadan hukum PT,’’ jelas Veri.

Ditambahkan Veri, kalaupun ada asumsi atau kekhawatiran kontraktor lokal belum mampu dan dikhawatirkan akan melalaikan pelaksanaan pembangunan, nyatanya yang terjadi selama ini malah perusahaan dari luar yang ternyata tidak menyelesaikan pekerjaan mereka. Contoh pembangunan gedung serbaguna tahun 2017 yang berlokasi di Dinas PUPRPKP sendiri dan pembangunan gedung GSG di dekat Lapangan Setia Negara tahun 2017 yang tidak selesai dan jadi temuan BPK.

‘’Saya pribadi, sebagai kontraktor lokal dan sudah 21 tahun menjalani profesi ini, Alhamdulillah sampai hari ini khususnya pekerjaan di Kabupaten Rejang Lebong maupun, Lebong dan Kepahiang belum pernah mengalami putus kontrak. Dan ini juga menjadi tolak ukur saya dan kawan-kawan dengan pemerintah mengapa berharap bisa ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pekerjaan di daerah. Kami berharap kedepan ini bisa menjadi pertimbangan, termasuk dalam pelaksanaan pembangunan tahun 2019 ini,’’ imbuh Veri.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setkab RL Hamsapari, ST, MT kepada RB saat dikonfirmasi, belum mau banya berkomentar. Apalagi diketahui dirinya memang baru menjabat sebagai Kabag Admanistrasi PBJ. Namun ia berkeyakinan bahwa selama ini, pelaksanaan lelang atau tender sudah berjalan sebagaimana mestinya.

‘’Kalau soal kontraktor mana yang menang, itu tergantung dari hasil proses lelang atau tender. Dan seluruh proses saya yakini selama ini sudah berjalan sebagaimana mestinya. Meskipun ada perusahaan yang tidak terima saat diumumkan pemenang, jalurnya juga tetap tersedia untuk melakukan sanggah. Apalagi sekarang proses lelang atau tender sudah secara online dan sangat kecil sekali kemungkinan bisa dilakukan kecurangan,’’ singkat Hamsa.(dtk)

Berita Lainnya

Ajak Masyarakat Ikut Berkontribusi

CURUP – Bupati Rejang Lebong Dr. H. Ahmad Hijazi, SH, M.Si mengajak masyarakat, khususnya masyarakat ...

error: Content is protected !!